Sabu Asal Malaysia Lagi, Lewat Pelabuhan Tikus Lagi. BNN: Kerja Keras Terus Kita!

Menurut pengakuan R, bahwa narkotika jenis sabu itu didapat dari T. Dan T pun, kata R, mendapatkan barang haram itu dari Malaysia.

Sabu Asal Malaysia Lagi, Lewat Pelabuhan Tikus Lagi. BNN: Kerja Keras Terus Kita!
TRIBUN BATAM/LEO HALAWA
Kepala BNN Kepri Brigjend Pol Nixon Manurung (kanan) mengekspose menangkapan narkoba di Kantor BNN Kepri, Batam, Jumat (17/2/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Sudah bukan hal baru, banyaknya pelabuhan tikus di sejumlah bibir pantai di Batam, kerap dimanfaatkan oleh bandar narkotika dari luar negeri untuk memasukkan narkoba ke Batam.

Narkoba ini masuk dari negara tetangga Malaysia setelah pergerakan mereka untuk memasukkan narkoba lewat kurir di pelabuhan kini semakin tidak bebas lagi akibat penjagaan ketat.

Pada Jumat (17/2/2017), sabu asal Malaysia lewat pelabuhan tikus kembali terungkap dalam ekspose BNN.

Baca: Dalam Dua Bulan Terakhir, BNN Kepri Ungkap Peredaran Narkoba Sebanyak 1,3 Kilogram

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepri menangkap seorang pria berinisial R (27) di sebuah hotel di Simpang Gelael Kota Batam.

Menurut pengakuan R, bahwa narkotika jenis sabu itu didapat dari T. Dan T pun, kata R, mendapatkan barang haram itu dari Malaysia.

Dari tangan tersangka tertangkap sabu seberat 185,9 gram.

"Jadi pengakuannya, barang ini dibawa dari Malaysia melalui pelabuhan tikus," kata Kepala BNN Kepri Brigjend Pop Nixon Manurung.

Nixon menambahkan, dari sejumlah kasus suplai sabu-sabu yang masuk ke Batam kebanyakan dari negara Malaysia.

Barang haram itu ada yang diedarkan di wilayah Batam dan Kepri, tetapi banyak juga hanya sebagai transit dengan tujuan kota-kota lain.

"Kerja keras semuanya kita, ya. Bukan hanya penegak hukum. Tapi bantuan masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk memerangi narkotika ini," tambahnya.

Penulis: Leo Halawa
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help