TribunBatam/

Setengah Hari Tak Layani Konsumen, Ternyata Go-Jek Batam Protes Kebijakan Ini

Mereka berkumpul di depan kantor cabang Go-Jek Batam yang ada di ruko Regency Park Blok II kampung Pelita ‎dengan mengenakan seragam Go-Jek.

Setengah Hari Tak Layani Konsumen, Ternyata Go-Jek Batam Protes Kebijakan Ini
Istimewa
Driver Go-Jek Batam menggelar aksi unjuk rasa terkait kebijakan bari Go-Jek Indonesia yang dianggap merugikan driver 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM‎ - Ojek berbasis Online, Go-Jek Batam menggelar demonstrasi di depan kantor cabangnya, Jumat (17/2/2017) pagi.

Mereka memprotes kebijakan penurunan tarif untuk layanan antar jemput makanan, atau dinamai Go-Food yang dilakukan oleh Go-Jek Indonesia.

‎Koordinator aksi, Jali mengatakan demonstrasi ini merupakan aksi yang kedua kalinya setelah yang pertama pada 6 Februari lalu.

Mereka berkumpul di depan kantor cabang Go-Jek Batam yang ada di ruko Regency Park Blok II kampung Pelita ‎dengan mengenakan seragam Go-Jek.

Layanan ojek online tersebut pun terhenti sementara waktu, sejak pukul 08.00 WIB sampai menjelang salat Jumat, pukul 12.00 WIB.

‎"‎Aksi damai ini bentuk kekecewaan kami terhadap kantor pusat, Go Jek Indonesia (GI). Go-Jek Batam menilai, GI melakukan penurunan tarif secara sepihak. Tentu ini merugikan kami driver Go-Jek. Selama ini mereka menganggap kita mitra. Tapi setiap ambil keputusan, kami tidak pernah dilibatkan," tuturnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya‎ untuk satu kali layanan Go Food, Driver Go-Jek mendapat uang jasa sebesar Rp 15.000. Namun sekarang mendadak turun menjadi Rp 9.000. Uang jasa itupun masih harus dipotong lagi oleh GI sebesar Rp 1.000.

"Itu untuk bayar aplikasi. Belum lagi bayar parkir Rp1.000. Bersihnya kami cuma dapat Rp7.000," kata dia.

Menurut mereka para driver, visi-misi GI yang selama ini disebut-sebut sejalan dengan visi-misi pemerintah yaitu mengentaskan kemiskinan, sudah melenceng jauh.

Mereka menyatakan Go-Jek Batam pun tidak mau disamakan dengan Go-Jek Jakarta yang sudah lebih lama beroperasi.

"Ini sudah tidak sejalan dengan presentasi awal yang pembagiannya 80 : 20. Kita di Batam belum stabil," kata dia lagi.

Para driver berharap‎ Go-Jek cabang Batam menyampaikan keluhan mereka kepada GI. Jika tuntutan mereka tidak terpenuhi, mareka pun mengancam akan melakukan aksi okbit, atau mematikan total aplikasi minimal tiga hari.

Terakhir ia menuturkan Go-Jek Batam pun berharap adanya perhatian dari Pemko Batam, Komisi IV, Disnaker dan Dishub.

Pasalnya, transportasi Go-Jek selama ini dianggap telah membantu transportasi di Kota Batam.

"Kita nggak mau juga Go Jek di sini tutup, karena akan menambah pengangguran di Kota Batam," ucapnya.(*)‎

Penulis: Anne Maria
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help