TribunBatam/

Usman Klaim Stok Sembako di Kabupaten Anambas Cukup, Inikah Jaminan Kepala Dinasnya?

Pemkab Anambas memastikan stok sembako cukup, termasuk daging ayam. Inikah jaminan kepala dinasnya?

Usman Klaim Stok Sembako di Kabupaten Anambas Cukup, Inikah Jaminan Kepala Dinasnya?
Tribun Batam/Zabur Anjasfianto
Ilustrasi. Anggota kepolisian dari Polsek dan personel Koramil Belakangpadang mengawal pasokan sembako ke Belakangpadang, Selasa (14/2/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Kebutuhan pokok di Anambas menjadi sorotan pada satu tahun kepemimpinan Abdul Haris-Wan Zuhendra. Sempat disinggung oleh perwakilan pengusaha saat Coffee Morning di halaman kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas,

Usman Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian Kabupaten Kepulauan Anambas mengklaim ketersediaan bahan kebutuhan pokok masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terlebih dengan tidak berjalannya sejumlah kapal kargo akibat cuaca laut yang kurang tidak memungkinkan untuk aktivitas pelayaran.

"Untuk stok sembako masih cukup. Seperti ayam yang sempat putus, setelah kami cek, ternyata di kapal masih ada sekitar 11 ton," ujarnya Jumat (17/2/2017). Paska dilantik menjadi Kepala Dinas, pria kelahiran Midai 27 Januari 1975 ini memiliki program untuk memenuhi ketersediaan bahan kebutuhan pokok, termasuk untuk mengurangi kesenjangan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok yang menjadi hal klasik, meski kapal Tol Laut sempat masuk ke Anambas.

Selain mengintensifkan moda transportasi laut, termasuk program Pemerintah Pusat, kerjasama dengan Pelindo dan PT. Pelni untuk pengiriman barang, diakuinya menjadi solusi jitu untuk mengurai persoalan akan barang kebutuhan pokok ini. ''Untuk kapal Tol Laut, sebelumnya kami sudah menyurati kepada Pemerintah Pusat pada bulan Januari 2017 kemarin.

Bila tidak ada halangan, kalau tidak sore ini, Sabtu (18/2) besok kapal Tol Laut sudah masuk, dengan rute Jakarta-Anambas-Natuna. Usaha ini tak lepas dari koordinasi yang dilakukan juga antara Pak Bupati dengan Menkomaritim dan SDA," bebernya.

"Adapun untuk Pelindo dan PT. Pelni, mereka sudah dua kali melakukan kunjungan ke Anambas. Saat ini dalam tahap komunikasi dengan pimpinan mereka. Bila ini terealisasi, paling tidak ini bisa menekan harga kebutuhan pokok di Anambas," ujarnya lagi.

Meski mengklaim, ketersediaan barang kebutuhan pokok masih cukup. Namun, keluhan sebagian masyarakat akan ketersediaan barang kebutuhan pokok masih saja terdengar.

Seakan sudah kebal dengan harga barang yang naik hingga berkali-kali lipat, dari harga normal, masyarakat seakan tidak memiliki pilihan lain selain membeli barang kebutuhan pokok dengan harga yang melangit.

"Tadi di pasar kalau ada yang mau beli telur, banyak yang bilang putus (habis,red). Kalau pun ada, harganya naik dari Rp 43 ribu per papan isi 30 butir, saat ini bisa Rp 60 ribu per papan. Cabai pun begitu juga. Cabai rawit, saya beli pagi tadi harganya Rp 180 ribu perkilogramnya.

Untuk cabai merah, sayur mayur seperti wortel, kol, sawi, kangkung dan tomat kosong. Sudah ada mungkin satu mingguan. Pokonya kalau masuk musim utara, Anambas ini mulai susah sembako. Ini sudah susah minyak (bensin,red) pula," ujar Iyah salahsatu warga Tarempa yang memiliki usaha kedai nasi. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help