VIRAL SINGAPURA: Anak-anak Panti Disuruh Makan Kotoran Sendiri dan Buah-buahan Busuk

Seperti dilansir Stomp, anak-anak balita yang dititipkan di panti penitipan anak itu disuruh memakan kotoran sendiri oleh pengasuhnya jika buang air

VIRAL SINGAPURA: Anak-anak Panti Disuruh Makan Kotoran Sendiri dan Buah-buahan Busuk
Singapore Tong/AsiaOne
Kasus penyiksaan anak di sebuah panti penitipan anak di Singapura. Foto kiri, seorang anak dilumuri kotorannya sendiri oleh pengasuh serta anak-anak tidur di lantai 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Kasus penyiksaan dan penelantaran anak menjadi viral di Singapura.

Sebuah tempat penitipan anak, Sam's Early Learning Centre at Jalan Mutiara Singapura, diduga memperlakukan anak-anak asuyhnya dengan kejam.

Kasus ini awalnya diunggah oleh netizen tak dikenal, hanya menggunakan nama Singapore Tong di aplikasi percakapan WeChat pada 14 Februari lalu.

Dalam waktu sekejap, unggahan yang disertai foto-foto itu langsung menjadi viral di negara pulau itu.

Menurut netizen tersebut, seperti dilansir Stomp, anak-anak balita yang dititipkan di panti penitipan anak itu disuruh memakan kotoran sendiri oleh pengasuhnya jika buang air besar di celana.

Selain itu, anak-anak ini juga makan buah-buahan busuk yang tidak bersih karena bercampur dengan susu formula yang bertebaran di lantai.

Kasus ini sedang dalam penyelidikan Badan Pengawasan Anak Udia Dini atau Early Childhood Development Agency (ECDA) Singapura.

Ia menambahkan bahwa "di bawah Pusat Perawatan Anak Act, semua pusat penitipan anak diwajibkan untuk memenuhi persyaratan peraturan yang ditetapkan untuk melindungi keselamatan, kesejahteraan dan kesejahteraan anak-anak di pusat-pusat".

Foto-foto yang diupload netizen memang terlihat jorok, memperlihatkan tubuh anak-anak yang penuh kotorannya sendiri.

Buah-buahan busuk bercampur susu formula di lantai panti
Buah-buahan busuk bercampur susu formula di lantai panti (Singapore Tong/AsiaOne)

Diduga ini sebagai hukuman dari pengasuhnya jika sang anak buang air besar di celana.

Halaman
123
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help