Hati-hati Pasang Wajah Tampan di Facebook! Jangan Sampai Bernasib Seperti Iqbal

Ternyata, tak selamanya punya wajah tampan itu menyenangkan. Setidaknya, itulah yang dirasakan Iqbal Pangestu Wibowo (22).

Hati-hati Pasang Wajah Tampan di Facebook! Jangan Sampai Bernasib Seperti Iqbal
TRIBUNBATAM/ANNE MARIA
Iqbal Pangestu Wibowo melaporkan penyalahgunaan fotonya oleh para scammer untuk menipu orang ke Mapolresta Barelang, Sabtu (18/2/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Ternyata, tak selamanya punya wajah tampan itu menyenangkan. Setidaknya, itulah yang dirasakan Iqbal Pangestu Wibowo (22).

Bagaimana tidak, sejak 2014, pria yang bekerja di satu kantor pelayaran swasta itu mendapati wajahnya dimanfaatkan untuk aksi penipuan lewat media sosial.

Korban penipuan tersebut pun didominasi oleh kalangan wanita, mulai dari TKW, ibu-ibu, maupun wanita berstatus gadis maupun janda.

Iqbal menjelaskan, ada pihak-pihak yang memanfaatkan foto-foto miliknya untuk membuat akun media sosial palsu. Kemudian akun tersebut digunakan untuk menipu orang-orang.

"Foto saya diambil, lalu dicatut untuk akun medsos. Akun itu dipakai untuk menipu. Banyak korban-korbannya yang telepon ke kantor saya, saya bingung kok bisa tahu nomor kantor saya," ucapnya usai diperiksa unit Tipiter Polresta Barelang, Sabtu (18/2/2017) pagi.

‎Tak hanya di medsos seperti facebook, twitter dan instagram, akun palsu atas namanya juga beredar di media sosial seperti bee talk, dan lainnya.

Modus yang digunakan pelaku pun beragam, dari mulai mengatasnamakan dirinya, atau juga keluarganya.

"Korban ada yang cerita ke saya, ada yang mengaku sebagai ibu saya. Minta uang untuk biaya rumah sakit, dan itu benar ada suara perempuan seperti ibu-ibu. Makanya mereka percaya. Jadi kayaknya ini sudah terorganisir. Mereka pun sudah pintar-pintar, bisa mencatut nomor kantor saya yang di sini," tuturnya.

Menurut dia, begitu meyakinkannya rayuan penipu tersebut, tak sedikit korban penipuan tersebut yang sampai datang ke Batam.

"Ada yang dari Bandung sampai ke Batam, itu karena dia nggak tahu kalau kena tipu. Pertama saya tahu soal penipuan ini tahun 2014 di Jogjakarta, itu korbannya TKW dari Hongkong, dia tertipu Rp 50 juta. Saat itu saya posisi di rumah, dan sudah lapor juga ke kepolisian di Wonosobo," kata dia.

‎Menurut dia, setelah tahun 2014, bukannya berkurang, aksi penipuan mengatasnamakan dirinya justru semakin gencar.

"Sekarang makin ngeri. Nama saya jadi jelek, saya nggak melakukan itu, tapi saya dituduh. Korban nelpon ke kantor, akhirnya saya nggak enak, kantor bertanya-tanya," tuturnya.

Menurut dia, tidak cuma tertipu uang, ada pula korban yang dimanfaatkan agar rekeningnya menjadi wadah uang-uang hasil penipuan. Hal itu diketahuinya dari hasil curhatan para korban kepadanya.

"Yang akhirnya sadar tertipu, ada juga yang komunikasi dengan saya via chat akun asli saya. Sekarang sih semua akun asli saya sudah saya privasi, tapi saya tidak tahu apa pelakunya masuk dengan ‎akun jualan atau seperti apa. Penipuan inipun tidak pakai foto saya saja, tapi ada foto orang lain juga. Menurut saya sudah harus ditindak ini, nomor rekeningnya kan harusnya bisa dilacak," tutur pria yang baru setahun tinggal di Batam itu. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved