Warga Terpaksa Bolak-balik Matak-Tarempa, Inilah Perjuangan Cari Tiket Kapal Pulang ke Bintan

Tak pastinya transportasi laut di Kabupaten Anambas ke kota lain di Kepri bikin warga kelimpungan. Ini perjuangan warga hendak pulang ke Bintan

Warga Terpaksa Bolak-balik Matak-Tarempa, Inilah Perjuangan Cari Tiket Kapal Pulang ke Bintan
TRIBUNBATAM/SEPTYAN MULIA ROHMAN
Ilustrasi. Pelabuhan Pemkab Anambas di Letung 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Urusan transportasi di Anambas kembali menjadi sorotan. Hal ini yang dirasakan Arman Andrias. Pria yang bertempat tinggal di Arung Hijau Desa Tiangau Kecamatan Siantan Selatan ini kesulitan untuk mendapatkan transportasi untuk menuju Kijang, Kabupaten Bintan dari Anambas.

Kabar meninggalnya orangtua dari pria yang aktif pada beberapa organisasi termasuk menjadi komisioner pada Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kabupaten Kepulauan Anambas pada Jumat (17/2/2017) kemarin, menjadi alasan kuat yang mengharuskan dirinya untuk pulang. Sayang, hal tersebut urung dilakukan ‎karena kesulitan mendapatkan transportasi untuk berangkat menuju Anambas.

"‎Sabtu pagi, saya coba ke agen penjualan tiket pesawat di Loka. Karena, saat ini transportasi itu yang ada. Rupanya, tiket sudah habis terjual. Calon penumpang sebelumnya sudah memesan tiket jauh hari sebelumnya, bahkan ada yang memesan menggunakan jasa pemesanan tiket secara online. Kapal Lawit (Pelni,red) yang masuk ke Tarempa Sabtu (18/2) siang pun, rutenya ke Natuna. Untuk kapal ferry sampai saat ini informasinya belum pasti," ujarnya Minggu (19/2/2017).

‎Arman pun mencoba untuk berangkat menuju Palmatak dengan harapan, ada calon penumpang yang menunda keberangkatannya menggunakan pesawat terbang komersil yang saat ini beroperasi setiap hari Senin dan Sabtu menuju Tanjungpinang itu. Sayangnya, upaya yang dilakukan Arman tak kunjung membuahkan hasil.

"Saya sempat ke Palmatak, dengan harapan itu tadi. Orang agen pun bilang seperti itu, oleh karena itu tidak ada salahnya saya mencoba. Ada tiket yang dicancel oleh calon penumpang, sudah digunakan oleh warga Palmatak, karena ada urusan kemalangan juga‎. Saat ini, Almarhum sudah dikebumikan. Awalnya, pihak keluarga di sana masih menunggu kedatangan saya," bebernya.

‎Persoalan transportasi ini pun, ditanggapi serius Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Kepulauan Anambas, Arpandi. Dirinya menilai, perlu ada upaya nyata pihak terkait untuk meningkatkan transportasi yang sudah di Anambas. Kondisi cuaca yang kurang kondusif yang hampir terjadi setiap tahun, menurutnya perlu menjadi evaluasi.

"Kondisinya hampir setiap tahun seperti ini. Tapi, paling tidak kan harus ada langkah yang diambil. Tidak mungkin harus berpangku tangan," ungkapnya.

Menurutnya, penambahan frekuensi pada penerbangan komersil, pada kondisi tertentu menjadi alternatif yang mungkin bisa dipilih selama moda transportasi cepat seperti kapal ferry belum bisa beroperasi secara normal. "Bisa dilakukan seperti itu. ‎Kan tidak mungkin, masyarakat yang mendesak terpaksa berpangku tangan karena kondisi transportasi di Anambas seperti ini," tutupnya.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help