Wan Norman-Raja Astagena Gantikan Eriyanto-Sofyan Samsir. Keduanya Jadi Anggota DPRD Kepri Hasil PAW

Ketua DPRD Kepri melantik Wan Norman dan Raja Astagena menjadi anggota DPRD Kepri hasil PAW. Inilah anggota DPRD yang digantikan keduanya!

Wan Norman-Raja Astagena Gantikan Eriyanto-Sofyan Samsir. Keduanya Jadi Anggota DPRD Kepri Hasil PAW
tribunbatam/thom limahekin
Ilustrasi. Suasana aktivitas di DPRD Kepri 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak melantik dua anggota DPRD Kepri pergantian antarwaktu sisa masa jabatan 2014-2019, Wan Norman Edi dari partai Demokrat dan Hj Raja Astagena.

Pelantikan kedua wakil rakyat dari daerah pemilihan Natuna-Anambas ini berlangsung di Kantor Gubernur Kepri Pulau Dompak, Tanjungpinang, Senin (20/2/2017) siang.

"Pelantikan dua anggota DPRD tersebut melengkapi komposisi DPRD Kepri menjadi 45 orang setelah selama ini hanya 43 orang," kata Jumaga Nadeak, Ketua DPRD Kepri.

Jumaga meminta agar dewan yang baru ini segera mengakselarasikan diri dengan fungsi dan tugas anggota dewan.

"Saya minta supaya tiga fungsi dewan dijalankan sebaik-baiknya. DPRD dan pemerintah daerah adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam menjalankan pemerintahan daerah," kata Jumaga dalam sidang paripurna pelantikan itu.

Jumaga kembali menekankan pantangan yang harus dijauhi para anggota dewan.

"Tidak merangkap jabatan, tidak menyalahgunakan jabatan dan tidak main proyek. Dengan begitu, dewan akan terbebas dari konflik kepentingan yang dapat mengganggu kinerjanya. Jika kinerja dewan baik, ke depan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif akan meningkat," tegas Jumaga.

Wan Norman dan Astagena usai dilantik mengaku siap menjalankan tugas, fungsi dan kewajiban sebagai anggota DPRD Kepri.

"Kami akan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya," kata Astagena.

Astagena diusulkan oleh partai Golkar untuk menggantikan Sofyan Samsir yang wafat April tahun lalu.

Dia sendiri merupakan peraih suara terbanyak ke tiga partai Golkar.

Adapun peraih suara terbanyak ke dua dipegang Raja Amirullah. Namun Amirullah batal dilantik karena masih menjalankan proses hukum.

Sedangkan Wan Norman diusulkan partai Demokrat menggantikan Eriyanto yang dicopot karena tersandung masalah hukum.

Dia merupakan peraih suara terbanyak ke dua pada pemilu legislatif tahun 2014 yang lalu. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved