Korban Penggusuran Melcem: Keringat dan Jerih Payah Kami Dihargai Rp 5 Juta

Wanita ini hanya bisa memandangi rumahnya dari seberang jalan sambil menggendong buah hatinya yang masih berumur dua tahun, dan memegang anak lainnya.

Korban Penggusuran Melcem: Keringat dan Jerih Payah Kami Dihargai Rp 5 Juta
TRIBUNBATAM/EKO SETIAWAN
Iga, warga Melcem hanya bisa pasrah melihat rumahnya digusur 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Iga seorang warga yang rumahnya digusur tim terpadu hanya bisa pasrah melihat rumah hasil jerih payahnya bersama suami harus hancur berkeping-keping dihantam alat berat saat penggusuran yang dilakukan tim terpadu, Selasa (21/2/2017).

Wanita ini hanya bisa memandangi rumahnya dari seberang jalan sambil menggendong buah hatinya yang masih berumur dua tahun, dan memegang anak lainnya.

Baca: BREAKINGNEWS. Tim Terpadu Gusur Rumah di Melcem. Warga: Kami Nggak Tahu Mau Tinggal di Mana

Walaupun sudah diberikan uang ganti rugi sebanyak Rp 5 juta, namun Iga mengaku semua itu tidaklah cukup membayar semua memori indah mereka selama mereka tinggal di rumah kecil tersebut.

"Selama ini saya tinggal sudah nyaman. Banyak kenangan indah di sini bersama keluarga. Apalagi kita tinggal di sini sudah bertahun-tahun. Makanya saya sedih," sebutnya.

Lingkungan tempat mereka tinggal selama ini juga suda nyaman. Satu dengan yang lain seperti keluarga. Walaupun seorang perantau, tinggal di Malcem seperti tinggal di kampung sendiri. Karena warga di sana kompak dan saling menjaga.

Semenjak tinggal di sana, kondisi rumah mereka perlahan mereka perbaiki. Dulu hanya berdindingkan seng dan triplek. Mereka terus berhemat untuk dapat tinggal di rumah yang lebih nyaman. Sedikit demi sedikit mereka membangun rumah, menggantii dinding triplek dengan permanan.

"Setelah menjadi permanen rumah kami di gusur dan dihargai Rp 5 juta saja," terangnya. (*)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved