Kakak Pemimpin Korut Dibunuh di Malaysia

Belum Bisa Ditemui, Indonesia Siapkan Pendampingan Hukum Bagi Siti Aisyah

Polri bersama KBRI di Kuala Lumpur menyiapkan pendampingan hukum bagi tersangka kasus pembunuhan Kim Jong-nam, yakni Siti Aisyah

Belum Bisa Ditemui, Indonesia Siapkan Pendampingan Hukum Bagi Siti Aisyah
The Star
Siti Aisyah (berbaju kuning), perempuan berpaspor Indonesia yang ditangkap terkait kematian kakak tiri Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Jong Nam, Kamis (16/2/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polri bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur menyiapkan pendampingan hukum bagi tersangka kasus pembunuhan kakak tiri penguasa Korea Utara, Kim Jong-nam, seorang WNI bernama Siti Aisyah.

"Bersama KBRI, kami siapkan pendampingan hukum untuk Siti," kata Kadivhumas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (22/2/2017)

Hingga saat ini, pihak Kementerian Luar Negeri masih belum mendapatkan izin untuk menemui Siti Aisyah.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Sabtu (18/2) berkomunikasi dengan Menlu Malaysia untuk menegaskan kembali permintaan Pemerintah Indonesia agar dapat memperoleh akses kekonsuleran terhadap Siti yang saat ini masih di tahanan sementara di Malaysia karena tuduhan terlibat pembunuhan terhadap seorang pria warga negara Korea Utara.

Pada Jumat (17/2/2017), Siti bersama tersangka lainnya, Doan Thi Huong telah melakukan rekonstruksi kejadian di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Tersangka Siti Aisyah dengan paspor Indonesia ditangkap Kamis (16/2) pada pukul 02.00 waktu setempat.

Siti ditangkap terkait dugaan keterlibatan pembunuhan Kim Jong-nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Jong-nam (45) diduga dibunuh oleh dua perempuan yang memercik wajahnya dengan bahan kimia di terminal keberangkatan Bandara Internasional Kuala Lumpur 2, Senin (13/2), sekitar pukul 09.00 waktu setempat saat akan berangkat ke Makau. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help