Selamat Datang di Bintan

Sumbang PAD Bintan Rp 100 Miliar, Dispar Kelompokan Tiga Lokasi Wisata Sesuai Kantong Wisatawan

Sumbang PAD Bintan sebesar Rp 100 miliar. Dispar Bintan kelompokan tiga kawasan wisata berdasarkan kantong wisatawan sasaran. Ini pembagiannya!

Sumbang PAD Bintan Rp 100 Miliar, Dispar Kelompokan Tiga Lokasi Wisata Sesuai Kantong Wisatawan
tribunnews batam/aminnudin
Ilustrasi. Sebanyak 22 pasangan muda mudi asal Negeri Tirai Bambu menikah massal di pinggir pantai, Lagoi, Bintan, Selasa (11/5/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Bintan menduduki peringkat 4 angka terbanyak kunjungan turis mancanegara di Indonesia. Fakta itu kata Kepala Dinas Pariwisata Luki Zaiman Prawira tak bisa dimungkiri meski secara kuantitas, masih kalah jauh dengan Bali dan Jakarta. Di Kepri, masih ada Batam sebagai nomor tiga.

"Kemarin (2016), jumlah kunjungan sudah mencapai lebih kurang 305.000 wisman,"kata Luki, di gedung Deskranasda, Komplek Kantor Dinas Pariwisata Bintan, Rabu (22/2/2017).

Angka itu dua kali lipat dari jumlah total penduduk Bintan. Secara statistik, jumlah penduduk Bintan per 2016 berjumlah 150 ribuan. Sehingga sangat wajar kata Luki, tourism menjadi sektor andalan Bintan saat ini.

Berdasarkan data Dinas Pendapatan Bintan, sektor pariwisata Bintan menyumbang lebih 50 persen pendapatan asli daerah. "Kalau disebutkan dalam angka riil, hampir dekat Rp 100 miliar,"kata Luki.

Luki memaparkan hal itu dalam kaitannya dengan diskusi sehari tentang kepariwisataan yang digelar kelompok diskusi nusantara dengan tema 'peningkatan social culture masyarakat dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bintan'.

Begitu disebutkan angka Rp 100 miliar, serta merta hadirin tercengang.

Kedepannya kata Luki, akan dibentuk tiga kawasan di Bintan untuk meningkatkan nilai PAD dari sektor pariwisata. Ketiga kawasan itu mewaili tiga segmen masing masing. Khusus kawasan pariwisata Lagoi, ditetapkan sebagai kawasan high, kawasan Trikora sebagai kawasan wisata Middle, dan yang sekarang dipersiapkan, kawasan wisata low. Pembagian segmen itu untuk mengakomodir tingkat finansial atau keuangan wisman.

"Kita harus paham, tidak semua wisman berkantong tebal. Maka itu, kita akan mengakomodir semua segmen, dengan memetakan kawasan sesuai budgeting mereka (wisman),"kata dia.

Segmen low yang sedang digesa pengembangannya saat ini adalah pembangunan rumah wisata ala home stay. Konsep penginapan home stay kata Luki tak serta merta dihadirkan untuk mengakomodir wisman berkantong sedang yang masuk ke Bintan. Namun juga wisman kelas high alias tajir yang membutuhkan suasana beda.

"Sebab pariwisata juga mengenal batas jenuh. Wisman yang datang ditempat tempat itu terus pasti akan mengalami bosan. Maka itu, dibutuhkan kawasan lain agar mereka (wisman) tak mengalami kebosanan,"kata dia. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved