BP Batam Kembali Cabut Izin Peruntukan Lahan Tidur

Eko mengatakan, soal lahan tidur ini, pihaknya sudah memanggil 174 penerima alokasi lahan. Dari jumlah itu, sekitar 130-an kooperatif

BP Batam Kembali Cabut Izin Peruntukan Lahan Tidur
dok Tribunnews
Lahan tidur. Foto ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- BP Batam akan kembali mencabut alokasi lahan yang dibiarkan terlantar hingga belasan tahun.

Setelah mencabut delapan penerima alokasi lahan, menyusul ada dua atau tiga penerima alokasi lahan lagi yang akan dicabut.

Hal ini ditegaskan Deputi III BP Batam, RC Eko Santoso Budianto.

"Untuk lahan tidur, delapan sudah kita cabut, dua atau tiga lagi akan dicabut segera. Itu pasti," kata Eko.

Ketika ditanya lokasi PL yang akan dicabut, Eko mengaku tak ingat pasti.

Namun dia berjanji , akan menerangkan dua lokasi PL itu dalam konfrensi pers tersendiri.

Eko mengatakan, soal lahan tidur ini, pihaknya sudah memanggil 174 penerima alokasi lahan.

Dari jumlah itu, sekitar 130-an datang menunjukkan sikap kooperatif.

Sisanya, tidak pernah datang kendatipun sudah diundang beberapa kali.

Ada sekitar 7.000 hektare lahan di Batam yang berada di pihak ketiga dan terindikasi belum dibangun.

Peruntukan awalnya kebanyakan untuk jasa dan industri. Ada juga untuk properti, namun hanya sebagian kecil.

Lokasi lahan yang terindikasi belum dibangun, tersebar di hampir seluruh kawasan di Pulau Batam, seperti di Batam Center, Kabil, Nongsa, dan daerah lainnya.

Kepala Kantor Lahan di BP Batam Imam Bachroni mengatakan, rata-rata tahun pengalokasiannya 2002 lalu.

Artinya, selama kurang lebih 14 tahun lahan yang sudah dialokasikan BP Batam itu tak juga dibangun atau dimanfaatkan.

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved