Kenapa Harga Gas 3 Kg di Pasaran Berbeda-beda? Ini Kata Disperindag Bintan

Harga elpiji 3 kg bervariasi di pasaran. Ada yang menawarkan Rp 16 ribu, ada yang menjual Rp 17 ribu, bahkan Rp 18 ribu

Kenapa Harga Gas 3 Kg di Pasaran Berbeda-beda? Ini Kata Disperindag Bintan
TRIBUN BATAM/AMINNUDIN
Pekerja agen elpiji sedang menata tabung gas di Barek Motor Kijang, Bintan Timur 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Kurnia (36) tersenyum Kamis siang. Pesanan tabung elpiji 3 kilonya datang tepat waktu di rumahnya.

Hampir sejam dia menunggu, tabung mungil yang dia pesan kepada kios langgannya akhirnya tiba.

Gas 3 Kg yang dia beli melalui sistem antar itu harus dibayar Rp 17 ribu.

"Kalau datang ambil sendiri Rp 16 ribu. Di tempat lain ada yang tawarkan Rp 18 ribu,"kata Dia.

Harga elpiji 3 kg bervariasi di pasaran. Ada yang menawarkan Rp 16 ribu, ada yang menjual Rp 17 ribu, bahkan Rp 18 ribu.

Penelusuran tribun, di pulau-pulau, gas melon itu dipasarkan rata-rata Rp 20 ribu per tabung.

Padahal pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kg hanya Rp 15 ribu per tabung. Namun mengapa di lapangan harganya bervariasi?

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi, UKM Bintan Dian Nusa melalui Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Setia Kurniawan mengatakan, banyak penyebab variasi harga elpiji 3 kg di tingkat pengecer.

Salah satunya terlalu banyaknya yang menjual tabung mungil tersebut. Bahkan sekelas bengkel motor pun kata dia ikut ikutan menjual elpiji 3 kg.

"Padahal kan tidak boleh. Ada aturan penjualan elpiji di tingkat pengecer. Makanya kita bilang, sebelum mau mengadakan penyesuaian harga, mestinya agen menertibkan dulu pangkalannya di lapangan,"kata Dia.(*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Jumat, 24 Februari 2017

Penulis: Aminnudin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved