Soal Kenaikan Harga Gas 3 Kg. Penyidik PNS Disperindag Bintan: Perlu Kajian Mendalam

"Artinya apa, setelah diputuskan baru dikaji, baru dianalisa, tidak boleh seperti itu,"kata Setia

Soal Kenaikan Harga Gas 3 Kg. Penyidik PNS Disperindag Bintan: Perlu Kajian Mendalam
TRIBUN BATAM/AMINNUDIN
Pekerja agen elpiji sedang menata tabung gas di Barek Motor Kijang, Bintan Timur 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Unit Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Disperindag Bintan menegaskan, usulan menaikan harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji 3 kg di Bintan perlu dikaji lebih dalam.

"Perlu kami tegaskan dalam hal ini. Pemerintah walaupun bagaimanapun punya dua kewajiban.

Yang pertama menjamin kelangsungan dunia usaha dan pengayom atau pelindung masyarakat,"kata Penyidik PNS Disperindag, Setiap Kurniawan, Kamis (23/2/2017).

Setia mengingatkan, jangan sampai kebijakan menaikan HET elpiji 3 kg menjadi kebijakan prematur di kemudian hari kelak.

"Artinya apa, setelah diputuskan baru dikaji, baru dianalisa, tidak boleh seperti itu,"kata Setia.

Penegasan Setia Kurniawan ini menjawab wacana yang disodoran Tim Kajian kajian Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kepri pada Rabu (22/2/2017) kepada Pemkab Bintan.

Tim Hiswana melihat, perlu ada penyesuaian harga elpiji 3 kg yang beredar di Bintan saat ini.

Harga eceran tertinggi gas melon di Bintan saat ini Rp 15.000. Harga ini dinilai sudah tak sesuai lagi dengan perkembangan usaha keagenan gas di lapangan.

Ketaksesuaian itu mencakup biaya operasional agen dalam menyalurkan gas elpiji hingga problem gaji pekerja lapangan agen.(*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Jumat, 24 Februari 2017

Penulis: Aminnudin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved