Pelajar Terkejut Dengar Suara Danramil Tarempa, Mantan Pengawal SBY Jadi Pemateri Diskusi Perbatasan

Pelajar terkejut dengar suara lantang Danramil Tarempa, Mantan Pengawal Presiden SBY Jadi Pemateri Diskusi Kebangsaan di Anambas

Pelajar Terkejut Dengar Suara Danramil Tarempa, Mantan Pengawal SBY Jadi Pemateri Diskusi Perbatasan
Tribunbatam/Septyan Mulia Rohman
Danramil 02 Tarempa 0318 Natuna Kapten (Inf) Syamsuarno saat memberikan pemaparan kepada pelajar dalam diskusi kebangsaan dengan topik menjaga perbatasan Jumat (24/2/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - "Kalau saya bilang selamat pagi, tolong kalian semua mengucapkan Pagi...Pagi...Pagi...!!!," ucap Danramil 02 Tarempa 0318 Natuna Kapten (Inf) Syamsuarno di hadapan pelajar berbagai tingkatan yang ada di Pulau Siantan Jumat (24/2/2017).

Sontak, suara Danramil yang terdengar lantang itu pun, membuat terkejut puluhan pelajar yang hadir dalam diskusi kebangsaan masyarakat perbatasan, garda terdepan penjaga NKRI.

Meski terdengar keras, namun pembukaan yang disampaikan Danramil itu pun, ‎disambut antusias pelajar mulai dari tingkat SMP sampai SMA sederajat yang menjadi peserta diskusi kebangsaan tersebut. Danramil menyebut, diskusi kebangsaan dengan topik daerah perbatasan ini pun, diakuinya sudah ia tunggu sejak satu tahun terakhir selama dirinya bertugas di Tarempa. Ia pun meminta agar kegiatan ini dapat berjalan secara berkala.

"Saya sudah merindukan kegiatan dengan topik seperti ini. Kalau boleh, tolong kegiatan ini diakomodir," ujarnya.

Dihadapan pelajar, Syamsuarno mengajak kepada generasi muda untuk memikirkan tujuan hidup setelah menempuh pendidikan menengah atas. Pendidikan bagi generasi muda, menurutnya penting mengingat generasi muda menjadi generasi penerus bangsa.

"Tanamkan mindset dalam hidup memiliki tujuan. Pikirkan tujuan hidup setelah menempuh pendidikan SMA," ungkapnya.

Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia menurutnya waji untuk disosialisasikan kepada seluruh elemen. Konsep Bhineka Tungal Ika pun, ‎diakuinya juga perlu ditegakkan meskipun Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa.

"Manusia sebagai mahkluk sosial tidak dipungkiri hidup secara berkelompok. Konsep kebhinekaan ini yang harus senantiasa ditegakkan dalam kehidupan sosial," ‎ungkapnya lagi.

Kapten (mar) Hadi Siswanto Perwira staf potensi maritim Lanal Tarempa mengatakan, ‎daerah perbatasan memiliki potensi untuk diserang serta disusupi oleh kepentingan pihak-pihak tertentu. Metode penjajahan, saat ini tidak lagi melalui perang, namun melalui hal-hal lain dengan cara modern serta terselubung.

"Tidak lagi lewat perang terbuka, tetapi melalui penjajahan ekonomi, politik dan sosial budaya," ucapnya.

Pria yang pernah bertugas ‎pada sejumlah daerah seperti Aceh dan Timor-Timor serta pernah menjadi Pengawal Presiden saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menambahkan,

pembinaan pada desa-desa yang berada di pesisir menjadi salahsatu cara untuk memperkuat pertahanan dalam bidang kemaritiman. Menurutnya, tanggungjawab bersama untuk menjaga keutuhan bangsa termasuk kedaulatan NKRI.

"Tugas kami mengangkat dan mengantar pemuda pemudi menjadi generasi berikutnya. Semua mempunyai hak yang sama dalam membela negara," bebernya. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help