Imigrasi Tarempa Deportasi WNA Vietnam Kasus Pencurian Ikan, Ini Rute Pemulangannya!

Imigrasi Tarempa mendeportasi WNA Vietnam kasus pencurian ikan. Ini rute pemulangannya

Imigrasi Tarempa Deportasi WNA Vietnam Kasus Pencurian Ikan, Ini Rute Pemulangannya!
tribunnews batam/danang
Ilustrasi. Sebanyak 73 pelaku illegal fishing dideportasi ke negara asal mereka, Vietnam, Selasa (24/2/2017). Mereka duduk menunggu penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Kantor Imigrasi Tarempa kembali mendeportasi Warga Negara Asing (WNA) yang sebelumnya ditangkap karena kasus illegal fishing. Sebanyak sebelas WNA berkewarganeraaan Vietnam dipulangkan ke negara asalnya melalui Tanjungpinang sebelum diterbangkan ke Jakarta.

"Sudah kami berangkatkan Sabtu (25/2) kemarin menggunakan pesawat komersil menuju Tanjungpinang. Pada 13 Februari 2017 kemarin, kami juga mendeportasi tiga WNA berkewarganegaraan Kamboja ke Negara asalnya," ujar Kepala Kantor Imigrasi Tarempa, Ikhsanul Humala Pane Harahap Minggu (26/2/2017).

Pihaknya menambahkan, proses pemulangan sebelas WNA tersebut, ditanggung oleh kedutaan Vietnam yang berada di Jakarta. Pihaknya juga menargetkan, sebelas WNA ini pun sudah kembali ke Negara mereka pada Minggu (26/2) ini.
Selain sebelas WNA yang telah dipulangkan, terdapat 23 WNA yang statusnya merupakan tahanan angkatan laut dimana 17 diantaranya sudah diserahterimakan ke pihak imigrasi Tarempa. Tidak hanya itu, 111 WNA di PSDKP Tarempa siap menanti untuk diproses kepulangannya, dimana 94 orang diantaranya berstatus non justisia.

"Untuk proses pemulangan, selain berkoordinasi dengan kedutaan dan pihak imigrasi di Jakarta, kami juga berkoordinasi dengann PSDKP. Perwakilan PSDKP bahkan turut dilibatkan untuk proses deportasi ini. Sebelum pemulangan pun, kami juga melakukan kontak dengan perwakilan keluarga dan agen kapal nelayan ini," bebernya.

Andi Irvan Taufan pengawas perikanan pada Satker PSDKP Tarempa mengatakan, sebelas WNA Vietnam ini merupakan awak kapal ikan asing yang diamankan oleh Kapal Pengawas Perikanan Orcha 02 pada bulan November 2016. Sebelas orang yang dideportasi ini, berstatus sebagai Anak Buah Kapal, sementara untuk nahkoda masih dalam proses lebih lanjut.

"Ada tiga kapal ikan asing yang sebelumnya diamankan," ucapnya. Dari WNA yang dideportasi ini, tidak sedikit dari mereka yang pernah beberapa kali ditahan di Indonesia dan mengulangi perbuatannya. Proses hukum yang berjalan dimana nahkoda yang memiliki tanggungjawab ketika kedapatan oleh aparat keamanan Indonesia.

"Yang dijadikan tersangka nahkoda. Kalau pun ada anak buah kapal, beberapa statusnya menjadi saksi. Berkas kasus ini pun sudah P21 di Ranai, Kabupaten Natuna," tutupnya. (*) 

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help