Rekomendasi Kenaikan Tarif Listrik Belum Sampai Gubernur. Ini Penyebabnya

Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak mengatakan, usulan kenaikan tarif dasar listrik Batam sudah ada di tangannya dan akan diserahkan ke Gubernur.

Rekomendasi Kenaikan Tarif Listrik Belum Sampai Gubernur. Ini Penyebabnya
Tribunnewsbatam.com/Istimewa
Kantor Pusat B'right PLN Batam di Jalan Engku Putri No. 3, Batam Centre, Batam. Telepon 0778-463150 dan 0778-463153. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak mengatakan, usulan kenaikan tarif dasar listrik Batam sudah ada di tangannya.

Pihaknya akan segera menyerahkan rekomendasi itu ke Gubernur.

"Karena usulannya teknis, kami tinggal meneruskan saja. Rekomendasinya akan kami sampaikan kalau tidak jadi hari ini, besok ke Gubernur," kata Jumaga saat dihubungi wartawan via handphone, Senin (27/2/2017).

Soal penerapan dan teknisnya, tergantung Gubernur. Apakah mesti dua kali tahapan atau cukup satu kali naik. Soal pembahasan waktunya sendiri, ada dua pilihan.

"Kita pertimbangkan usulan dari komisi-komisi," ujar dia.

Anggota DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua membenarkan, rekomendasi kenaikan tarif dasar listrik PLN Batam itu sudah berada di tangan pimpinan DPRD. Hanya saja, memang masih ada hal-hal yang perlu didiskusikan.

"Surat sudah dengan pimpinan kita. Tapi ada yang belum duduk," kata Rudi.

Hal yang belum duduk itu, lanjut dia, terkait jadwal kenaikan tarifnya. Lantaran dari rekomendasi Komisi II, kenaikan tarif listrik itu terjadi pada Maret dan Oktober. Namun dalam rekomendasi yang disiapkan pimpinan DPRD Batam, Maret dan Juli 2017.

"Kesepakatan teman-teman kemarin Maret dan Oktober. Ada yang salah ketik, kami minta diperbaiki dulu," ujar dia.

Dalam rekomendasi kenaikan tarif dasar listrik Batam itu, DPRD Provinsi Kepri, juga sudah berkoordinasi dengan BI terkait pertimbangan ekonominya terhadap inflasi di Kepri.

Sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan BI Kepri, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, kenaikan tarif listrik PLN pasti akan berdampak pada ekonomi di Kepri.

Itu sebabnya dia mengimbau, kenaikan itu dilakukan pada bulan-bulan yang angka inflasinya tidak terlalu tinggi, seperti Maret, April dan Oktober. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved