Sekretaris PLN Batam: Mana Buktinya Tarif Listrik Sudah Naik?

Sekretaris PLN Batam, Samsul Bahri menanggapi santai aksi demonstrasi yang dilakukan BEM Unrika, Senin (27/2/2017) di Gedung Graha Kepri

Sekretaris PLN Batam: Mana Buktinya Tarif Listrik Sudah Naik?
TRIBUNBATAM/DEWI HARYATI
Sejumlah mahasiswa Unrika menggelar aksi damai meminta Gubernur meninjau kebijakan kenaikan tarif listrik 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Sekretaris PLN Batam, Samsul Bahri menanggapi santai aksi demonstrasi yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau Kepulauan, Senin (27/2/2017) ke Gedung Graha Kepri.

Puluhan mahasiswa itu meminta Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mencabut peraturan terkait kenaikan tarif listrik Batam.

Sementara menurut Samsul, aksi itu tidak tepat lantaran sampai saat ini pihaknya pun belum memberlakukan penyesuaian tarif listrik untuk masyarakat kategori rumah tangga.

"Mana buktinya tarif PLN sudah naik," kata Samsul di Gedung PLN Batam.

Bahkan surat pemberitahuan dari Pemerintah Provinsi Kepripun, belum mereka dapatkan. Apakah usulan penyesuaian tarif dasar listrik Batam disetujui atau tidak? Mereka belum mendapatkan kabar.

"Sampai saat ini belum ada surat dari pemerintah. Apakah disetujui atau tidak, kami juga belum tahu," ujar dia.

Samsul menerangkan, PLN Batam memang telah lama mengajukan usulan penyesuaian tarif dasar listrik Batam. Kenaikan tarif itu juga sudah dipelajari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepri. Termasuk juga sudah dievaluasi yayasan lembaga konsumen.

"Terakhir, yayasan lembaga konsumen juga sudah evaluasi, sudah menyampaikan ke dewan juga kalau tarif listrik memang perlu naik," kata Samsul menegaskan kembali, bahwa tarif listrik Batam belum mengalami kenaikan sejak 2008 lalu.

Dia melanjutkan, berdasarkan hasil hitung-hitungan saat rapat dengar pendapat bersama DPRD Provinsi Kepri, akhirnya PLN Batam mengajukan besaran kenaikan tarif listrik Rp1.352 per KWh, dari sebelumnya sekitar Rp900 per KWh. Atau naik sekitar 40%.

"Dari besaran tarif itu, dapatlah angka 2,98 persen. Itu keuntungan yang didapat PLN Batam jika tarif listrik naik Januari kemarin dan sekaligus," ujar dia.

Jika dikalkukasi, untuk besaran 6 ampere yang rata-rata listrik menyala sekitar 108 jam dalam satu bulan, dikatakan dia, besaran tarifnya berkisar Rp70 ribu sampai Rp100 ribu per bulannya.

Bagaimana jika penyesuaian tarif listrik disetujui, namun di bawah usulan PLN Batam? Samsul mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak atas keputusan itu.

"Kami terima saja kalau tarif di bawah itu yang disetujui. Seperti pernyataan Dirut, PLN Batam akan tetap eksis sampai tetes darah terakhir," kata Samsul.

"Kami akan beroperasi sesuai dengan kemampuan. Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik," sambungnya. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help