Hasil Bisnis Judi Online Beromset Rp 30 Miliar Ini 'Dicuci' di Money Changer Batam

Tim Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri membongkar bisnis judi online kakap di Medan. Hasil kejahatannya diputar di perusahaan money changer di Batam

Hasil Bisnis Judi Online Beromset Rp 30 Miliar Ini  'Dicuci' di Money Changer Batam
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri membongkar bisnis judi online kakap di Medan yang dikendalikan David. Hasil kejahatannya diputar di perusahaan money changer milik rekannya, pengusaha Antonu Tandian di Batam. Omset bisnis judi online-nya mencapai Rp30 miliar per bulan.

Demikian disampaikan Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar, Jakarta, Selasa (28/2/2017).

Boy menceritakan, David ditangkap di Medan, Sumatera Utara pada medio Februari 2017. Bisnis judi online yang digeluti oleh David mempunyai pangsa pasar penjudi sangat besar di Indonesia. Dalam sebulan omsetnya memcapai Rp30 miliar.

"Omsetnya sekitar 30 M per bulan," ujar Boy.

Hasil pengembangan kasus judi online ini, tim menangkap rekan David, Antony Tandian selaku pemilik money changer PT Sinar Bahagia Utama, di kawasan Nagoya, Batam, Kepulauan Riau, pada 22 Februari 2017. Pengusaha money changer tersebut ditangkap karena terlibat dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil bisnis judi online dari David.

Boy menjelaskan, modus kejahatan kasus ini adalah David bersama Antoni Tandian bekerja sama untuk menyamarkan bisnis judi online.

Untuk melancarkan bisnisnya, David mengintruksikan para pemasang atau pelaku judi untuk mentransfer dana pasangan ke rekening perusahaan remitance atau money changer, PT Sinar Bahagia Utama milik, Antony Tandian, di Batam.

Selanjutnya, pelaku judi meminta untuk mengirimkan uang ke rekening perusahaan rekening milik pelaku judi ke luar negeri, di antaranya ke Singapura.

David yang mengendalikan bisnis judi online menjadi pemegang sejumlah kartu ATM penerima dana dari pemain judi dan kartu ATM rekening pembayaran kepada pemenang judi.

Saat penangkapan David di Medan, petugas menyita barang bukti berupa 389 kartu ATM, 3 telepon genggam, 3 key BCA, 10 token BNI, 5 token Bank Mandiri, 2 token Panin Bank, dan 5 unit CPU.

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved