Eksekusi Lahan Kampung Harapan Swadaya

Polisi Marahi Operator Alat Berat. Ini Sebabnya

Petugas polisi sempat marah kepada operator alat berat ketika tengah mengeksekusi rumah warga di Kampung Harapan Swadaya Bengkong, Rabu (1/3/2017)

Polisi Marahi Operator Alat Berat. Ini Sebabnya
TRIBUNBATAM/EKO SETIAWAN
Warga Kampung Harapan Swadaya Bengkong hanya bisa pasrah melihat rumahny diratakan dengan tanah menggunakan alat berat 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Petugas polisi sempat marah kepada operator alat berat ketika tengah mengeksekusi rumah warga di Kampung Harapan Swadaya Bengkong, Rabu (1/3/2017) siang.

Kemarahan petugas Sabhara Polresta Barelang tersebut ketika melihat bendera Merah Putih tidak diturunkan dan langsung dieksekusi operator alat berat.

Diketahui, petugas yang marah-marah tersebut bernama Bripka Andi Hidayat yang bertugas sebagai Kaur Bin Ops (KBO) Sabhara Polresta Barelang.

"Woi tunggu dulu, tunggu dulu, ini ada bendera," teriak Andi dari jauh.

Namun teriakan tersebut tidak didengar oleh operator dan beberapa orang yang berdiri diatas mesion penghancur tersebut. Kemudian dia berlari kearah Becco dan langsung memarahi petugas.

"Kau tak lihat itu bendera, itu Merah Putih, bukan layang-layang, ini lambang negara," teriaknya dengan nada keras.

Mendengar kemarahan Andi, petugas operator langsung berhenti. Andi juga memarahi orang-orang yang ada di sana. Karena menurut Andi, tidak satu pun yang memperhatikan tiga bendera merah putih terpasang di sana.

Setelah berteriak seperti itu, Andi kemudian datang menuju bendera yang terkena eksekusi tersebut.

Tiga bendera merah putih diambil dia dari reruntuhan bangunan. Kemudian lambang negara ini diamankan ke suatu tempat.

Usai mengambil bendera tersebut, eksekusi kembali berlanjut. Bangunan yang ada di sana semuanya rata dalam hitungan menit. (*)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved