Kenaikan Tarif Listrik Batam

PKS Kepri Minta Anggota Fraksinya Tetap Tolak Kenaikan Tarif Listrik di Batam. Ini Alasannya

Dari sejak awal, kata dia, DPW PKS Kepri telah menginstruksikan anggotanya yang duduk di DPRD Kepri agar menolak rencana kenaikan tarif listrik

PKS Kepri Minta Anggota Fraksinya Tetap Tolak Kenaikan Tarif Listrik di Batam. Ini Alasannya
TRIBUNBATAM/DEWI HARYATI
Sejumlah mahasiswa menggelar aksi damai meminta Gubernur meninjau kebijakan kenaikan tarif listrik 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Wacana kenaikan tarif listrik Batam mendapat perhatian dari Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kepri, Raden Hari Tjahyono.

Dari sejak awal, kata dia, DPW PKS Kepri telah menginstruksikan anggotanya yang duduk di DPRD Kepri agar menolak rencana kenaikan tarif listrik tersebut.

"Rakyat saat ini sedang susah. Karena itu PKS memilih untuk bersama rakyat, menolak kenaikan tarif listrik di Batam," kata Hari dalam rilis yang diterima Tribun.

Dia berharap semua pihak dapat melihat masalah yang dihadapi masyarakat dengan mata hati yang jernih.

Menurut Hari, saat ini kondisi perekonomian di Indonesia, khususnya Batam sedang sulit.

Jika dipaksakan tarif listrik naik, apalagi dengan angka yang fantastis, tentu akan memberatkan masyarakat.

Tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat harga LPG dan BBM juga akan ikut merangkak naik.

Lagi-lagi yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat kecil.

"Ketika saya mampir di warung-warung dan bengkel, banyak pengusaha kecil yang mengeluh karena kondisi perekonomian yang sangat lesu. Karena itu, wakil PKS yang ikut terlibat dalam pembahasan kenaikan tarif listrik ini akan berjuang maksimal untuk menggagalkannya," ujar dia.

Menurut Hari, dalam kondisi perekonomian saat ini, kenaikan tarif listrik oleh PT PLN Batam dinilai tidak tepat dan dapat membebani masyarakat bahkan memicu inflasi.

Jika pun nantinya terpaksa juga tarif listrik naik, angka maksimalnya 10 persen, dan kenaikan tarif itu dilakukan secara bertahap.

"Kalau dinaikkan di angka 40 persen, itu sangat tidak masuk akal. Sangat memberatkan ekonomi masyarakat," kata Hari.

PKS juga tengah berupaya untuk mendorong dibuatnya peraturan daerah yang isinya tentang peningkatan pelayanan listrik untuk masyarakat.

Termasuk kompensasi atau denda, jika terjadi pemadaman listrik dan atau padam lebih dari dua jam karena gangguan. Juga perlu dibuat insentif untuk dunia usaha.

Ketua Fraksi PKS di DPRD Batam, Mukriyadi menyatakan, pihaknya konsisten untuk menolak tegas rencana kenaikan tarif listrik PLN.

Mukriyadi berharap agar Wali Kota Batam, Rudi, juga melakukan upaya untuk membatalkan rencana kenaikan tarif listrik tersebut.

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved