Alat Uji Kir Kendaraan Dinas Perhubungan Bintan Banyak Rusak, Kadishub Curhat Soal Ini

Banyak alat uji kir kendaraan rusak, gedung kir Dishub Bintan seperti tak beraktivitas. Ini curhat Kadishub!

Alat Uji Kir Kendaraan Dinas Perhubungan Bintan Banyak Rusak, Kadishub Curhat Soal Ini
tribunbatam/aminnudin
Suasana gedung uji kir kendaraan Dishub Bintan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Sempat dikira gedung kosong terabaikan, gedung UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan (Dishub) Bintan ternyata digunakan.

Kadishub Bintan Yandrinsyah, Jumat (3/3/2017) menyampaikan, UPT Pengujian Kendaraan Bermotor itu masih dipakai. Hanya saja sejumlah peralatan uji kir kendaraan di dalam gedung sebagian sudah tak mutakhir. Walhasil, pengujiaan kir kendaraan dilakukan serba manual. "Kita main manual saja sementara ini,"kata Yandrinsyah.

Kondisi ini sudah ditangani Dishub Bintan dengan mengajukan pembaharuan peralatan. Pengajuan untuk pengadaan peralatan sudah sering diajukan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri. Namun pengajuan tak kunjung terakomodir. Yandrinsyah tak tahu apa sebabnya.

"Kita sudah lama mengajukannya, sampai sekarang belum juga terealiasasi,"kata Yandriansyah.

Petugas UPT Pengujian Kendaraan Bermotor, Kiatno di dalam gedung menjelaskan, ada peralatan uji rusak. Dia menunjukan peralatan smoke tester yang ada di situ, yang rusak tersebut. Peralatan itu digunakan sebagai pengujian gas emisi.

"Kita uji manualah, yang penting kan kalau asap itu, kita lihat berapa ketebalan asapnya. Kita pantau, mana yang paling mendekati itu kita gunakan,"kata dia.

Ia tak begitu mengetahui pasti sejak kapan alat tersebut rusak, namun sejak dirinya ditugaskan di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor alat tersebut sudah lama tak difungsikan lagi karena rusak. "Dulu pernah berfungsi, tapi sudah lama rusak,"kata dia.

Karena manual, banyak kesulitan dihadapi petugas saat uji kir. Seperti mengecek sendiri rem, lampu depan, lampu sein, bodi dan ban kendaraan bermotor. Kondisi ini sebetulnya riskan bagi keselamatan berkendara di jalan karena menyangkut kelayakan operasional kendaraan.

Kalau bangunan, sejauh ini petugas UPT di tempat masih baik baik saja. Bangunan dibangun sesuai standar dari Dirjen Perhubungan pusat. Panjang bangunan ada 60 meter. "Bangunan ini standarlah, sesuai ketentuan Dirjen Perhubungan,"kata dia. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved