Soal Kasus Bambang Supriyadi, Polda Tunggu Saksi Ahli dari KPK RI

Bambang merupakan terduga korupsi uang negara perolehan dari BPHTB senilai Rp 1,5 miliar yang diduga tidak disetorkan pada negara.

Soal Kasus Bambang Supriyadi, Polda Tunggu Saksi Ahli dari KPK RI
kepri.polri.go.id
Dirkrimsus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kasus dugaan korupsi yang diduga dilakukan Bambang Supriyadi alias BS dalam kasus dugaan korupsi atas Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), sudah sampai di meja kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Dirkrimsus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto kepada Tribun Batam saat dipertanyakan kembali di depan Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Jumat (3/3/2017) siang mengatakan, kasus tersebut masih menunggu kesediaan ahli perpajakan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pusat.

"Minggu lalu kan kami bersama dengan Jaksa (JPU) sudah koordinasi dengan KPK RI. Dan ini kami sedang menunggu KPK RI untuk menghadirkan saksi ahli dari perpajakan," kata Budi.

Budi menambahkan, pihaknya dan JPU akan memperdalam keterlibatan BS dan kroninya bila ada dalam kasus tersebut. "Setelah datang (DJP) kami tanyakan hal-hal berkaitan dengan kasus itu," tambah Budi.

Langkah penyidik Polda dan JPU untuk memintakan bantuan KPK RI, agar berkas kasus itu P21 dan segera untuk disidangkan.

"Dan hal-hal yang akan ditanyakan oleh JPU. Hal ini untuk melengkapi berkas menjadi P21. Itu dia," katanya lagi.

Bambang merupakan terduga korupsi uang negara perolehan dari BPHTB. Dalam pemberitaan awal, dana senilai Rp 1,5 miliar setelah diterima dari perusahaan, ia tidak menyetor ke negara. Kuat dugaan, Bambang menyalahgunakan uang itu.

Saat penyelidikan hingga penyidikan kepada Bambang sekitar tiga bulan lalu, sempat ditahan. Namun, beberapa hari saja mendekam di sel Polda ia dipulangkan. Lantaran permohonan penangguhan penahannya dikabulkan penyidik. Bambang merupakan salah satu pegawai di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batam yang menjabat Kasi.(*)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved