Hangout

UNIK. Begini Cara Pengunjung Fur Elise Memilih 30 Jenis Teh yang Ingin Diminum

Anda penggemar teh? Fur Elise menawarkan Tea Brew bagi pelanggannya. Tea Brew dibuat menggunakan teh premium yang berasal dari beberapa negara.

UNIK. Begini Cara Pengunjung Fur Elise Memilih 30 Jenis Teh yang Ingin Diminum
TRIBUNBATAM/MONA ANDRIANI
Fur Elise menawarkan Tea Brew yang dibuat menggunakan teh premium 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Anda penggemar teh? Fur Elise menawarkan Tea Brew bagi pelanggannya. Tea Brew dibuat menggunakan teh premium yang berasal dari beberapa negara seperti Jepang, India, Cina, Sri Langka, dan Inggris. 

"Rasanya bermacam-macam tergantung selera pelanggan. Mereka bisa mencium baunya terlebih dahulu. Jika suka, baru kami buat," kata Elise.

Setiap teh mempunyai waktu yang berbeda-beda saat dibuat. Untuk Black Tea misalnya, biasanya sedikit lebih lama karena sampai mengeluarkan warna hitam dari teh tersebut. Berbeda dengan green tea yang tidak butuh waktu lama untuk dibuat agar rasa teh hijau tidak berubah dan tetap terjaga rasanya. 

Ada sekitar 30 rasa teh yang bisa dipilih. Teh tetap terjaga keasliannya tanpa ada campuran gula, kecuali bagi konsumen yang ingin menambahkan rasa manis pada tehnya. 

Teh premium
Teh premium (TRIBUNBATAM/MONA ANDRIANI)

Fur Elise merupakan cafe dua lantai yang memiliki kapasitas sekitar 50 orang. Café ini didekorasi dengan apik. Warna hitam yang melekat pada dindingnya dihiasi dengan tanaman berwarna hijau sehingga membuat hidup suasana di dalam cafe. Sementara itu kitchen set dan display gelato, cake dan tempat pembuatan teh dan kopi dibuat dari full kayu.

Di lantai dua, tersedia tempat yang lebih asik untuk bersantai. Berjajar sofa-sofa berwarna hitam di lantai ini. Ada pula bagian dinding yang berwarna hitam dan dihiasi dengan tulisan painting. Cafe yang mengambil konsep vintage ini, memiliki satu tempat yang ditutupi dengan tirai. Tempat yang sangat cocok untuk mengadakan sebuah acara bersama orang tersayang.  Fur Elise juga menyediakan smooking area di sudut ruangannya. 

Fur Elise berasal dari bahasa Jerman yang artinya untuk Elise. Café ini dibuka karena kesukaan Elise terhadap dessert sehingga dirinya belajar membuat dessert di Italy. Dan akhirnya, Elise membuka bisnis kuliner ini.

Fur Elise sudah dirancang sejak 2015 tetapi baru terwujud pada September 2016.

"Jadi di logo kami ada tulisan 2015 itu sebagai tanda ingin mendirikan cafe yang menjual Gelato, teh dan dessert karena saya suka minum teh serta makan dessert," ungkap Elise.  (*)

Penulis: andriani
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help