Mellennial

Tak Bijak Pakai Medsos? Bakal Kelar Hidup Lo

Bagi banyak orang, Medsos bahkan bisa dijadikan layaknya teman, tempat mencurahkan emosi, isi hati, kesedihan, kegembiraan, dan berbagi informasi

Tak Bijak Pakai Medsos? Bakal Kelar Hidup Lo
TRIBUNBATAM

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Media sosial (Medsos) sudah kian membumi untuk semua kalangan, terlebih para Mellenials.

Bahkan Medsos sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam aktivitas sehari-hari banyak orang. Bagi para Mellenials, rasanya hidup tidak lengkap tanpa Medsos.

Apapun aktivitas yang dilakukan kerap dipublikasi via akun Medsos yang dimiliki. Begitu juga untuk bertukar pendapat maupun menanggapi isu-isu yang berkembang.

Saking asiknya berinteraksi di dunia maya, tidak jarang para Mellenials rela menghabiskan banyak waktu di depan layar telepon genggam, tablet, laptop, maupun computer untuk ber-Medsos.

Bagi banyak orang, Medsos bahkan bisa dijadikan layaknya teman, tempat mencurahkan emosi, isi hati, kesedihan, kegembiraan, dan berbagi informasi.

Apapun yang diunggah, pastinya mengharapkan komentar dan reaksi dari para pengguna Medsos lainnya.
Tapi guys, kamu harus benar-benar memahami Medsos itu sesungguhnya bukanlah ranah pribadi kita, dimana kita bisa share apapun.

Walaupun media sosial itu punya kita sendiri, tetapi pembaca Medsos itu berasal dari banyak kalangan, bahkan banyak yang tidak kita kenal sama sekali. Semua hal yang kamu posting akan bisa dilihat dan di-share lagi oleh orang lain.

"Secara psikologis itu kurang baik karena remaja harus dapat membedakan antara ranah privacy dan ranah umum. Dan seharusnya sejak kecil sudah diajarkan, antara perbedaan mana yang privacy mana yang umum," kata Maryana, M.Psi, Psikolog di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam, kepada Tribun Batam beberapa waktu lalu.

Mengajarkan pentingnya mana privacy dan mana umum, lanjutnya, jangan menunggu sampai anak tersebut mengenal media sosial tetapi bisa dilakukan sejak dini.

Bahkan kebiasaan dan perilaku di rumah juga harus diajarkan dua hal itu. Jika para Mellenials tidak memahami dua hal itu, dan saat ber-Medsos melakukan tindakan yang keliru, maka yang didera adalah bullying.

Sederet contoh pengguna Medsos yang tidak bijak bisa menjadi pelajaran bagi Mellenials. Sebut saja Florence Sihombing, mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terpaksa masuk penjara karena dianggap “menghina” warga Jogja melalui Medsos Facebook-nya.

Ada pula Yusniar, seorang ibu rumah tangga (IRT), di Makassar yang harus berperkara gegara statusnya di facebook soal pembongkaran rumah.

Halaman
12
Penulis: Andriani Mona
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved