Peralihan Gas Melon ke Bright Gas

Disperindag Kepri Temukan Alasan Pertamina Hadirkan Bright Gas 5,5 Kg. Ini Alasannya

Burhanuddin kemudian memerintahkan stafnya meninjau penyaluran gas elpiji bright itu di lapangan

Disperindag Kepri Temukan Alasan Pertamina Hadirkan Bright Gas 5,5 Kg. Ini Alasannya
TRIBUNBATAM/REHAN DENY
Tabung Bright gas sudah mulai dijual secara luas di Batam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Keresahan warga Batam dan sekitarnya akan kehadiran gas elpiji bright 5,5 kilogram menuntut Disperindag Kepri untuk bertindak cepat.

Kepala Disperindag Kepri, Burhanuddin mengaku sudah menggelar rapat internal untuk membahas persoalan tersebut.

"Setelah saya baca masalah itu muncul di media, saya langsung menggelar rapat secara internal.

Saya panggil semua staf yang menangani masalah ini," kata Burhanuddin kepada Tribun, Selasa (7/3) malam.

Burhanuddin kemudian memerintahkan stafnya meninjau penyaluran gas elpiji bright itu di lapangan.

staf Disperindag Kepri bergerak menuju Tanjung Uban dan bertemu pihak Pertamina yang menyalurkan gas elpiji bright tersebut.

Kadisperindag Kepri  Burhanuddin
Kadisperindag Kepri Burhanuddin (ISTIMEWA/DOK PRIBADI)

"Saya juga langsung berbicara dengan sales executive Pertamina melalui telepon selelur dari staf saya," kata Burhanuddin.

Dalam pembicaraan keduanya, Burhanuddin mempertanyakan kebijakan Pertamina dalam menyalurkan gas elpiji bright tanpa berkoordinasi dengan Disperindag Kepri.

Melalui sales executive Pertamina itu, Burhanuddin mendapatkan informasi bahwa penyaluran gas elpiji bright itu belum dilakukan secara resmi.

"Pertamina memperkirakan penyaluran gas elpiji non subsidi itu secara resmi akan dilakukan pada pekan ke tiga Maret ini di Batam," kata Burhanuddin.

Kadisperindag Kepri itu menginformasikan bahwa Pertamina menyalurkan gas elpiji bright ini untuk menekan kelompok masyarakat yang menggunakan gas elpiji 3 kilogram.

Tujuan lainnya adalah menyasar masyarakat kelas menengah atas yang selama ini menggunakan gas elpiji subsidi agar menggunakan gas elpiji non subsidi yang harganya terjangkau.

"Siapa pun boleh menggunakan gas elpiji 5,5 kilogram ini tanpa terkecuali. Harga isi gasnya saja di agen sebesar Rp 55 ribu. Sedangkan harga isi dan tabungnya di agen sebesar Rp 292 ribu," kata Burhanuddin.(*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Rabu, 8 Maret 2017

Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help