Dokumen Dakwaan Mega Korupsi KTP Diduga Bocor, Siapa Pelakunya?

Sehari menjelang sidang, beredar surat dakwaan kasus korupsi kartu tanda penduduk (KTP) elektronik (e-KTP) untuk tersangka Irman dan Sugiharto.

Dokumen Dakwaan Mega Korupsi KTP Diduga Bocor, Siapa Pelakunya?
Tribunnews/Herudin
Mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman, usai pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (7/2/2017). Irman akan menjalani sidang perdana di PN Jakarta, Kamis (9/3/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sehari menjelang sidang, beredar surat dakwaan kasus korupsi kartu tanda penduduk (KTP) elektronik (e-KTP) untuk tersangka Irman dan Sugiharto.

Draft itu menyebut aliran dana korupsi e-KTP ke sejumlah mantan anggota Komisi II DPR.

Sejumlah nama yang disebut kini masih aktif menjadi politisi di Senayan.

Selain itu, ada pula yang menjadi pejabat negara hingga kepala daerah.

Baca: Seret Nama-nama Besar, KPK Tak Peduli Dampak Politik Mega Korupsi KTP Elektronik

Atas hal itu, Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu menyayangkan kembali terjadi bocornya dokumen pemeriksaan penyidik maupun dakwaan tuntutan KPK untuk kesekian kalinya.

Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menilai KPK perlu perbaiki sistemnya untuk menjaga kerahasiaan dokumennya.

Sehingga tidak gampang sekali bocor kepada publik sebelum waktunya.

Masinton mengingatkan KPK bahwa, baik sprindik dan BAP maupun surat dakwaan tergolong dokumen rahasia negara.

"Apakah ini disengaja atau tidak, seharusnya sistem di KPK mampu menjaga kerahasiaan dokumennya," ujar Masinton Pasaribu kepada Tribunnews.com, Rabu (8/3/2017).

Halaman
123
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help