Korupsi Proyek KTP Elektronik

Soal Kasus e-KTP, Nurul Arifin Enggan Komentari Pernyataan Ahok

Ketua DPP Golkar Nurul Arifin enggan berkomentar soal ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Soal Kasus e-KTP, Nurul Arifin Enggan Komentari Pernyataan Ahok
kompas.com/ARIMBI RAMADHIANI
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Nurul Arifin di Ruang Wartawan, Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (28/4/2014). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Golkar Nurul Arifin enggan berkomentar soal ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Nurul hanya berkomentar singkat mengenai pernyataan Ahok.

"Tanya Ahok saja," kata Nurul di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Nurul tetap enggan menjawab ketika ditanya hal yang sama.

"Enggak penting itu," kata Nurul.

Sebelumnya diberitakan, saat ditanya wartawan belum lama ini, Ahok mengatakan, ketika masih menjadi anggota Komisi II DPR RI dia merupakan orang yang paling keras menolak proyek pengadaan KTP elektronik atau e-KTP.

Ahok mengatakan hal itu untuk mengomentari isu yang menyebutkan dia ikut menerima dana dari pengadaan e-KTP.

"Saya paling keras menolak e-KTP. Saya bilang pakai saja bank pembangunan daerah, semua orang mau bikin KTP pasti ada rekamannya kok. Ngapain habisin Rp 5 triliun."

Bukan hanya kali ini Ahok bersuara lantang terkait kasus KTP elektronik tersebut.

Dua tahun lalu, mantan politisi Partai Golkar ini pernah menuturkan upaya membungkam dirinya saat masih menjadi anggota Komisi II DPR RI.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved