Benarkah Kuota Premium SPBU Dipangkas? Ini Jawaban Pertamina

Senior Sales Executive Retail XII Pertamina Kepri, Tri Yudha Nurmansyah yang dikonfirmasi membantah adanya pengurangan kuota harian premium.

Benarkah Kuota Premium SPBU Dipangkas? Ini Jawaban Pertamina
Tribun Batam
Ilustrasi

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Saat ini, masyarakat yang menggunakan bahan bakar mintak jenis premium mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM tersebut di sejumlah SPBU.

Karena, stok premium kerap kosong sehingga, konsumen terpaksa beralih ke Pertalite yang notabene harganya lebih mahal.

Menurut keterangan pihak SPBU, ada pengurangan jatah premium yang dipasok ke SPBU mereka. 

SPBU depan gedung Graha Kepri misalnya. Manurut Yoyok, seorang petugas pengisi BBM di SPBU tersebut, jatah premium yang mereka dapatkan per hari kini tinggal 8 KL saja. Dari yang sebelumnya 16 KL.

Baca: Stok Premium Cepat Habis di Sejumlah SPBU. Ternyata Ini Penyebabnya

"‎Memang dikurangin, dari 16 KL sekarang setengahnya saja. Kenapa dikurangin kami nggak tahu kenapa, tanya Pertamina lah. Sejak awal bulan Maret begini. Sudah begitu pengirimannya juga berubah, makanya sempat terputus penyalurannya. Biasanya diisi pagi jam delapan, hari ini lihat sendirilah, baru jam 11 kurang dikirim. Stok kami keburu habis," tutur Yoyok.

Lantas, apa kata pihak Pertamina? Benarkah ada pengurangan jatah premium sebagaimana diungkapkan pihak SPBU?

Baca: Harga Bensin di Anambas Sebotol Rp 20 Ribu. Benarkah Stok Habis?

Senior Sales Executive Retail XII Pertamina Kepri, Tri Yudha Nurmansyah yang dikonfirmasi Tribun Batam membantah adanya pengurangan kuota harian premium.

"Kalau yang terjadi sekarang itu penyaluran tetap normal, kita pakai angka penyaluran rata-rata harian di tahun 2016. Angka rata-rata penyaluran harian ke seluruh SPBU di kota Batam itu 450 KL. Nah tiap hari kita tetap menyalurkan 450 KL premium ke seluruh SPBU kota Batam," ucapnya.

Namun demikian, menurut dia di lapangan, ada beberapa SPBU yang sempat habis premiumnya. Tetapi dalam waktu yang tidak lama, karena menunggu lagi penyaluran keesokan harinya.

"Ini artinya ada peningkatan kebutuhan konsumsi premium di tahun 2017. Tapi kami penyalurannya tetap berpatokan di angka 2016. Kenapa?, karena premium inikan termasuk ke dalam BBM jenis penugasan. Nah angka penugasan untuk tahun 2017 ini kami belum terima. Makanya kami masih berpatokan di angka penugasan 2016," tuturnya.

Adapun angka penugasan penyaluran BBM jenis premium se-Kepri pada tahun 2016 sebanyak 384.380 KL. Sedangkan realisasinya sebesar 332.293 KL.

"Itu untuk se-Kepri. Di Batam sendiri disalurkan untuk 35 SPBU," ujarnya. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved