TribunBatam/

Detik-detik Seorang Guru IPA Berjuang Melawan Buaya. Akhirnya Sungguh Memilukan

Seorang guru Ilmu Pengetahuan Alam di Malaysia harus bernasib naas kehilangan tangan dan kakinya usai dimangsa buaya.

Detik-detik Seorang Guru IPA Berjuang Melawan Buaya. Akhirnya Sungguh Memilukan
DAILYMAIL.COM
Rudi Francis, 35 tahun diserang buaya pada 20 Februari lalu dalam sesi makan rutin di peternakan buaya, di Sandakan, Malaysia Timur. 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM - Seorang guru Ilmu Pengetahuan Alam di Malaysia harus bernasib naas kehilangan tangan dan kakinya usai dimangsa buaya.

Rudi Francis, 35 tahun diserang buaya pada 20 Februari lalu dalam sesi makan rutin di peternakan buaya, di Sandakan, Malaysia Timur.

Rudi Francis
Rudi Francis ()

Francis yang biasa mengajarkan siswanya tentang interaksi pada hewan tiba-tiba diterkam buaya. Ia diseret ke dalam kolam oleh reptil raksasa itu.

Francis berjuang untuk bertahan dengan memegang perut binatang itu agar ia tak digigit lagi. Ia mencolok mata buaya sekeras mungkin.

Awalnya ia berhasil lari dari serangan pertama, tapi kemudian tergelincir hingga akhirnya buaya berhasil menariknya.

"Reptil itu berhasil menerkamnya dan menariknya ke dalam kolam", ujar rilis seperti dilansir dailymail.

"Ia memutuskan untuk menyelamatkan nyawanya ketimbang kaki kanannya yang hampir putus karena ditarik buaya. Dia berteriak untuk menariknya agar ia bisa selamat".

Ketika serangan itu, temannya langsung menariknya, sementara sebagian tubuh lainnya masuk di rahang buaya itu.

Rudi Francis
Rudi Francis ()

Alhasil dia kehilangan tangan kanan dan kaki kanannya. Meski nyawanya masih bisa terselamatkan usai dilarikan ke rumah sakit, untuk mendapatkan perawatan.

Francis muncul dalam film dokumenter berjudul 'Aku Selamat dari Serangan Buaya'. Dalam cuplikan filmnya ia terlihat memberi makan satwa liar ini di hari sebelum penyerangan terjadi.

Di rekaman itu juga terlihat ia terbaring lemah di rumah sakit dengan perban melilit di tangan dan kaki kanannya.

Sementara itu kepada media lokal Francis mengaku tetap memiliki semangat untuk hidup, meski ia mengaku bingung untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help