Stok Premium Cepat Habis di Sejumlah SPBU. Ternyata Ini Penyebabnya

Stok premium di sejumlah SPBU di Batam kerap kosong sehingga menyulitkan pengendara yang membutuhkan bahan bakar tersebut. Apa penyebabnya?

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Dispenser bahan bakar jenis premium sepi pembeli di SPBU depan gedung Graha Kepri, Kamis (9/3/2017).

Bukan karena tak ada peminat‎, sepinya antrean di sana dikarenakan stok premium di SPBU yang bersebelahan dengan kantor Pertamina itu habis. Sudah sejak awal bulan Maret ini, pengiriman premium memang sempat terputus-putus.

Baca: Harga Bensin di Anambas Sebotol Rp 20 Ribu. Benarkah Stok Habis?

Petugas SPBU bahkan mengaku bahwa stok premium dikurangi jatah hariannya oleh Pertamina.

Berdasarkan pantauan Tribun Batam hal itu seperti yang diakui oleh petugas SPBU Coco dekat Thrive yang mengaku jatah premiumnya sudah dikurangi menjadi 12 KL dari 28 KL.

Baca: Pasokan BBM Terhambat karena Cuaca Buruk. BBM Premium di Tarempa Mulai Langka

Begitu pula yang diakui oleh petugas SPBU depan gedung Graha Kepri, Yoyok bahwa jatah premium yang mereka dapatkan per hari kini tinggal 8 KL saja. Dari yang sebelumnya 16 KL.

"‎Memang dikurangin, dari 16 KL sekarang setengahnya saja. Kenapa dikurangin kami nggak tahu kenapa, tanya Pertamina lah. Sejak awal bulan Maret begini. Sudah begitu pengirimannya juga berubah, makanya sempat terputus penyalurannya. Biasanya diisi pagi jam delapan, hari ini lihat sendirilah, baru jam 11 kurang dikirim. Stok kami keburu habis," tutur Yoyok.

Berkurangnya stok premium membuat para pengendara terpaksa bergeser ke Dispenser bahan bakar jenis Pertalite.

Sebagian pengendara memang tidak berkeberatan dengan hal tersebut, namun tak sedikit pengguna premium yang mengeluh karena mereka terpaksa membeli Pertalite.

‎"Kalau orang mampu bisalah beli itu, yang kayak pedagang kecil seperti saya ini repot juga. Sering banget kosong, apalagi di ‎SPBU Batuampar tuh, kosong terus," ujar satu di antara pedagang buah keliling, Rahmat.

Rahmat mengatakan jika sehari ia hanya perlu mengeluarkan Rp12 ribu untuk membeli bensin guna berjualan. Tapi sejak stok premium habis, ia pun terpaksa membeli Pertalite.

"Biasanya Rp 12 ribu kalau premium, itu udah bisalah keliling perumahan di seputar Batuampar, bahkan sampai Batam Centre. Tapi sekarang beli lebih lah kalau pakai pertalite," ujar Rahmat.

Hal serupa pun diamini oleh Devi. Devi mengaku ia menggunakan Pertalite untuk coba-coba saja, ditambah lagi stok premium memanglah kosong.

"Coba-coba pakai Pertalite, karena sering kosong premium ini. Tapi diisi ke mobil, pertalite ini boros juga. Kalau premium ‎paling saya Rp60 ribu sehari, kalau Pertalite nggak sampai sehari untuk keliling-keliling," ucap Devi. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved