Kementerian LH Sosilisasi Manifest Limbah B3. Aneh, Asosiasi Transporter Limbah tak Diundang

Ketua Umum DPP Aspel B3 Indonesia Barani Sihite mengungkapkan, 38 perusahaan anggota Aspel tidak ada satupun yang hadir dalam acara tersebut

Kementerian LH Sosilisasi Manifest Limbah B3. Aneh, Asosiasi Transporter Limbah tak Diundang
Pengurus Asosiasi Pengumpul dan Pengangkut, Pengolah Limbah (Aspel) B3 Indonesia mempertanyakan sosialisasi terkait manifest pengangkutan limbah B3 yang digelar Kementerian LH dan Dinas LH, tetapi mereka tidak diundang 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Kementerian Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup menggelar sosialisasi Manifest Elektronik untuk Pengangkutan Limbah B3 di sebuah hotel di Batam Centre, Jumat (10/3/2017).

Lucunya, DPP Asosiasi Pengumpul dan Pengangkut, Pengolah Limbah (Aspel) B3 Indonesia tidak mendapat undangan dari penyelenggara.

Alhasil, sebanyak 38 perusahaan yang bernaung di bawah Aspel Indonesia di Kota Batam pun memprotes.

Ketua Umum DPP Aspel B3 Indonesia Barani Sihite mengungkapkan, 38 perusahaan anggota Aspel tidak ada satupun yang hadir dalam acara tersebut karena tidak ada undangan.

Padahal, menurut dia, seharusnya yang mendapatkan sosialisasi tersebut adalah mereka, para transporter limbah.

"Ini jadi pertanyaan buat kami semua. Kenapa bisa ada sosialisasi tertutup? Padahal yang namanya sosialisasi, apalagi pelaksananya pemerintah, harusnya terbuka. Seharusnya kami yang mendapatkan sosialisasi atau pelatihan itu kami yang memiliki nomor manifest," tutur Barani, Sabtu (11/3/2017).

Ditambahkan oleh Sekjen Aspel B3 Samsul Hidayat, sangat aneh sosialisasi terkait manifest itu tidak dihadiri perusahaan transporter limbah B3.

"Yang memiliki nomor manifest itu adalah perusahaan transporter limbah B3, bukan bukan perusahaan penghasil limbah," kata Samsul.

Barani mengatakan, Aspel B3 akan melayangkan protes secara resmi kepada KLH, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, serta PT Desa Air Cargo yang diketahui sebagai penyelenggara acara.

"Informasi mengenai kegiatan ini kami ketahui justru dari media sosial. Kok bisa begitu?" kata Barani didampingi pengurus lainnya.

Barani mengatakan, paling lambat, Senin depan surat mempertanyakan kegiatan tersebut akan dilayangkan ke KLH dan ditembuskan ke pihak terkait.

Penulis: Anne Maria
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help