TribunBatam/

Segel di Landing Station Sacofa Dicabut, Tapi Belum Boleh Mengaktifkan Perangkat

Ia mengatakan, meski segel sudah dibuka dan proses penyelidikan dihentikan, namun pihak Sacofa belum boleh mengaktifkan perangkat mereka

Segel di Landing Station Sacofa Dicabut, Tapi Belum Boleh Mengaktifkan Perangkat
TRIBUNBATAM/SEPTYAN MULIA ROHMAN
‎Tim lintas instansi membuka segel yang terpasang di ruang peralatan dan ruang baterai (equipment and battery room,red) landing station PT. Sacofa, Minggu (13/3/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - ‎Tim Lintas Instansi membuka segel yang terpasang di ruang peralatan dan ruang baterai (equipment and battery room,red) landing station PT Sacofa.

Kepala Seksi penertiban, Direktorat Pengendalian Pos dan Informatika Kemenkominfo Republik Indonesia, Sukampono mengatakan, segel dibuka setelah adanya surat dari perangkat teknis (Huawei,red) yang telah memiliki serta memenuhi syarat yang berlaku di Indonesia.

Segel ini sebelumnya dipasang Tim Lintas Kementerian pada pertengahan November 2016.

Perangkat teknis itu sempat dicabut serta ‎diletakkan di ruang equipment room landing station yang berlokasi di jalan Takari RT 05/RW III nomor 44 Desa Tarempa Barat Kecamatan Siantan.

"Bukti dokumennya sudah ditemukan. Barang ini setelah didalami, memiliki syarat teknis. Mau tidak mau harus menghentikan (penyegelan)," ujar Sukampono, usai membuka segel, Minggu (12/3/2017).

Ia mengatakan, meski segel sudah dibuka dan proses penyelidikan dihentikan, namun pihak Sacofa belum boleh mengaktifkan perangkat mereka.

Surat pernyataan antara pihak Sacofa dan tim lintas instansi sudah dibuat sebagai dasar kesepakatan.

"Berdasarkan rakor di aula kantor Bupati 2016 kemarin itu, pengawasan dilakukan dari Polsek, Koramil dan Lanal. Kalau mereka mengaktifkan, tentunya akan menyentuh sektor lain. Mengenai kelengkapan yang harus dipenuhi pihak perusahaan, silahkan tanya ke Pak Benyamin di Kemenkominfo," ujarnya.(*) 

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Senin 14 Maret 2017

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Mairi Nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help