Wali Murid Keluhkan Sekolah Ini Wajibkan Siswanya Beli 3 Pasang Sepatu. Saya Ini Cuma Supir, Katanya

Ia mengeluhkan kebijakan sekolah yang mewajibkan orangtua membelikan tiga pasang sepatu bagi adiknya yang menjalani pendidikan di sekolah tersebut

Wali Murid Keluhkan Sekolah Ini Wajibkan Siswanya Beli 3 Pasang Sepatu. Saya Ini Cuma Supir, Katanya
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Vebronius Ivo Ibong, wali murid di SMK Kelautan Perikanan Kijang, Bintan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Vebronius Ivo Ibong (35) mengeluhkan kebijakan SMK Kelautan Perikanan Kijang Bintan.

Ia mengeluhkan kebijakan sekolah yang mewajibkan orangtua membelikan tiga pasang sepatu bagi adiknya yang menjalani pendidikan di sekolah tersebut.

"Mana bisa kami sebagai orangtua disuruh pihak sekolah membeli lagi sepatu," ujar Ibong dengan nada kesal, Minggu (12/3/2017) pagi.

Menurut Ibong, biaya membeli tiga pasang sepatu itu tidak lah murah. Apalagi biaya ini harus ditanggung dirinya yang hanya bekerja sebagai supir.

"Paling murah sepatu itu Rp 200 ribu. Kami disuruh harus membeli dua pasang sepatu dinas harian (PDH) dan sepatu dinas lapangan (PDL) dan satu pasang sepatu olahraga," kata Ibong dalam nada suara tidak puas.

Rasa tidak puas Ibong ternyata cukup beralasan. Dia menceritakan, pada Mei 2016 lalu, dia mendaftarkan Yofri adiknya di SMK Kelautan dan Perikanan Kijang.

Pihak sekolah mengharuskan Ibong membayar uang Rp 2,755 juta. Uang itu mencakupi biaya pendaftaran murid baru, uang pengadaan dua pakaian harian, baju kurung, baju olahraga, sepatu tiga pasang, topi, baret dan atribut lainnya.

Karena kekurangan uang, Ibong baru bisa membayar Rp 1 juta pada 24 Mei 2016. Dia dituntut melunaskan Rp 1,755 juta pada 3 Agustus 2016.

"Itu batas akhir penyetoran uang. Makanya saya harus pinjam duit orang untuk lunaskan sisanya. Kalau tidak, anak ini tidak bisa sekolah," ujar Ibong.

Yofri, adiknya bisa sekolah di SMK itu bersama belasan kawan seangkatannya. Ibong mengatakan, sekitar Oktober 2016, Yofri menerima pakaian wajib harian.

Halaman
12
Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help