Suku Bunga Acuan AS Diyakini Naik Pekan Ini. Alasannya?

Para trader di pasar finansial memandang sudah tidak bisa dihindari lagi bahwa bank sentral AS Federal Reserce akan menaikkan suku bunga acuan FFR.

Suku Bunga Acuan AS Diyakini Naik Pekan Ini. Alasannya?
KOMPAS.com
Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) Janet Yellen. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON  - Para trader di pasar finansial memandang sudah tidak bisa dihindari lagi bahwa bank sentral AS Federal Reserce akan menaikkan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) pada pekan ini.

Keyakinan tersebut sejalan dengan membaiknya serapan tenaga kerja. Mengutip BBC, Senin (13/3/2017), ekspektasi kenaikan FFR sudah mencapai 100 persen.

Kalau benar terjadi, maka ini akan menjadi kenaikan suku bunga acuan ketiga kali dalam satu dekade. Para analis menyatakan probabilitas kenaikan FFR melonjak pada akhir pekan lalu setelah laporan serapan tenaga kerja pada Februari 2017 menunjukkan angka yang mengesankan.

Menurut data Biro Statistik Tenaga Kerja AS, korporasi-korporasi AS menyerap 235.000 tenaga kerja baru, di atas ekspektasi para ekonom.

Pekan lalu, Gubernur The Fed Janet Yellen menyatakan, bank sentral bisa saja menaikkan FFR pada Maret 2017 bila data serapan tenaga kerja dan inflasi memenuhi ekspektasi.

The Fed terakhir kali menaikkan FFR pada Desember 2016 lalu menjadi kisaran 0,5 hingga 0,75 persen.

"Tingkat probabilitas tersebut sangat tidak bisa dihindari. Mereka (The Fed) pada dasarnya harus menaikkan suku bunga karena pasar mengekspektasikan demikian," ujar Kathleen Brooks, direktur riset di City Index.

Para trader juga mengekspektasikan adanya kenaikan FFR sebanyak dua kali lagi pada tahun ini. Adapun pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) akan digelar The Fed pada Selasa dan Rabu, 14 dan 15 Maret 2017.

Pertumbuhan serapan tenaga kerja terus bergerak pesat dalam beberapa bulan terakhir. Angka pengangguran merosot ke 4,7 persen dan sektor konstruksi menyerap tenaga kerja tertinggi dalam hampir satu dekade terakhir. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help