TribunBatam/

Ingin Pamer Harta Karun, Ini yang Dilakukan Menteri Susi di Kantornya

Bagi Susi, malam ini adalah malam pembuktian untuk menunjukan bahwa Indonesia memiliki sejarah kekayaan bahari yang nyata.

Ingin Pamer Harta Karun, Ini yang Dilakukan Menteri Susi di Kantornya
KOMPAS.COM
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berkeliling di Marine Heritage Gallery 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keriuhan belum juga surut menyelimuti lantai 2 Gedung Mina Bahari IV Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Senin (13/3/2017), sekitar pukul 19.00 WIB, 

Meski sudah bukan jam kerja, sejumlah Duta Besar negara sahabat hadir satu per satu ke kantor yang baru diresmikan awal 2016 lalu itu.

Tentu saja, kedatangan mereka bukan tanpa alasan. Adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sendiri orang yang mengundangnya. Bagi Susi, malam ini adalah malam pembuktian untuk menunjukan bahwa Indonesia memiliki sejarah kekayaan bahari yang nyata.

Bagaimana tidak, ia memboyong sekitar 1.500 barang-barang yang memiliki nilai sejarah yang tidak ternilai ke kantornya.

Guci, kendi, piring, hingga mangkuk-mangkuk mulai abad ke-9 masehi kini berjejer rapih di Marine Haritage Gallery yang berada dilantai 2 Gedung Mina Bahari IV. Barang-barang itu merupakan Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) dari sejumlah perairan di Indonesia.

Berangkat Dari Resah

Usai meresmikan galeri tersebut, Susi menuturkan bahwa alasan ia memboyong ribuan barang langka ke kantornya lantaran didasari oleh keresahan. Ia mengetahui banyak "harta karun" yang tidak dirawat bahkan dibiarkan pecah begitu saja.

"Ya saya sebagai Menteri Kelautan rasanya tidak ikhlas karena sejarah itu milik bangsa kan," ujarnya.

Bagi perempuan berusia 52 tahun itu, BMKT adalah bagian dari sejarah Indonesia yang layak diketahui oleh anak-anak bangsa. Tak hanya untuk generasi saat ini, tetapi juga generasi mendatang.

Oleh karena itu, ia berinisiatif menyediakan tempat yang layak dan aman untuk barang-barang peninggalan sejarah tersebut. Marine Haritage Gallery akan dibuka untuk umum.

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help