Kecelakaan Kerja di PT Sembawang, Perusahaan Harus Bayar Santunan Rp 133 Juta

Perusahaan diwajibkan membayar Rp 133 juta kepada keluarga korban. Perusahaan diberikan waktu selama 14 hari untuk membayar santunan tersebut.

Kecelakaan Kerja di PT Sembawang, Perusahaan Harus Bayar Santunan Rp 133 Juta
ist
Fuad, karyawan PT Karimum Sembawang Shipyard yang tewas terlindas forklif saat berkerja, Jumat (12/3/2017). 

Laporan Tribun Batam, Elhadif Putra

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Dinas Ketenagaan menemukan banyak pelanggaran dari kecelakaan kerja di PT Sembawang Karimun Shipyard (PT KSS).

Dalam kecelakaan yang terjadi Jumat (12/3/2017) itu, seorang pekerja bernama Sapuad atau Fuad meninggal dunia.

Baca: Disnaker Kepri Senin Ini Turun ke PT Sembawang, Selidiki Pekerja Tewas Terlindas Forklif

Baca: Kasus Kecelakaan Kerja di PT Sembawang, Kapolres Duga Ada Kelalaian

Pengawas dan Penyidik Negeri Sipil (PPNS) Disnaker Kepri, RD Ria Isweti menjelaskan, kecelakaan kerja ini melibatkan tiga perusahaan, yakni PT KSS serta dua perusahaan subkontraktor, PT Karimun Tetap Jaya tempat korban Sapuad bekerja dan PT Suditiana Karimun tempat operator forklift, Samrizal, bekerja.

"Ini melibatkan tiga perusahaan. Kita menemukan kesalahan pada ke tiga perusahaan itu," kata Ria, Rabu (15/3/2017).

Dari hasil investigasi Disnaker, PT Karimun Tetap Jaya ternyata tidak mendaftarkan korban Sapuad menjadi peserta BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Oleh karena itu, perusahaan diwajibkan membayar Rp 133 juta kepada keluarga korban. Perusahaan diberikan waktu selama 14 hari untuk membayar santunan tersebut.

"Kita beri tenggat hingga tanggal 27 Maret nanti bagi perusahaan untuk membayarnya," katanya.

Halaman
12
Penulis: Elhadif Putra
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help