TribunBatam/

Hangout

Bosen Jalan ke Mal? Cobalah Berwisata ke Hutan Mangrove di Nongsa

Wisata Hutan Mangrove AVJ (Anugrah Ventura Jaya) yang berlokasi di Nongsa, Batam. Tempat wisata baru ini, bisa menjadi destinasi piknik akhir pekan.

Bosen Jalan ke Mal? Cobalah Berwisata ke Hutan Mangrove di Nongsa
TRIBUNBATAM

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Selain sebagai kota industri, Batam juga menyimpan potensi wisata mangrove alias bakau yang kini mulai dipromosikan untuk khalayak ramai.

Satu di antaranya adalah Wisata Hutan Mangrove AVJ (Anugrah Ventura Jaya) yang berlokasi di Nongsa, Batam. Tempat wisata baru ini, bisa menjadi destinasi piknik akhir pekan kamu-kamu.

AVJ ini dikelola sendiri oleh seorang warga bernama Kirman. Ia memanfaatkan area mangrove yang masuk dalam wilayah Hutan Lindung Kota Batam. Wisata hutan mangrove sudah mulai dikelola diolah sejak tahun 2015 lalu dan sudah mendapatkan izin kelola dari Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam.

Saat Tribun Batam mengunjungi tempat ini, tampak memang belum selesai 100 persen, melainkan masih dalam pengembangan. Namun demikian, aktivitas wisata mangrove-nya, sudah bisa dinikmati oleh pengunjung.

Dari wilayah Batam Centre, butuh waktu sekitar 45 menit naik motor untuk sampai ke wisata hutan mangrove AVJ Nongsa

Tempat wisata hutan mangrove ini terletak cukup jauh dari jalan raya Nongsa. Jalan menuju ke sana juga belum diaspal alias masih jalan tanah merah. Jika hari tidak hujan, jalan menuju ke sana bisa dikatakan mudah dilalui, tetapi jika turun hujan, jalanan akan becek. Sepanjang jalan masuk ke tempat wisata tersebut melalui banyak areal penambangan pasir. Kami pun sangat sering berpapasan dengan truk-truk pembawa pasir dari areal tambang pasir.

Selain tambang pasir, sepanjang jalan ke sana, tampak hamparan perkebunan, dan perumahan baru yang belum dihuni. Setelah melewati jalan tanah, akan ditemukan plang nama bertuliskan Pariwisata Hutan Mangrove. Dari plang pertama tersebut, masih ada 500 meter lagi untuk benar-benar mencapai lokasi wisata.

Dengan membayar biaya Rp10 ribu per orang, para pengunjung sudah bisa menikmati wisata hutan mangrove yang telah diolah oleh Kirman. Memang belum terlihat sempurna, tetapi saat sampai di sini terasa berbeda. Di tengah-tengah areal tambang pasir yang begitu gersangnya, masih terdapat kawasan wisata hutan mangrove yang asri.

"Ini bekas galian tambang pasir, diolah kembali jadi penakaran pohon bakau dan saya jadikan tempat  wisata hutan mangrove. Ada sekitar 10 ribu pohon bakau yang sudah saya tanam," kata Kirman, saat diajak berbincang Rabu (15/3) lalu. (*)

Bisa Santai di Gazebo, Gratis Lho

Halaman
123
Penulis: andriani
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help