TribunBatam/

Ini Kata Lurah Soal Penipisan Hutan di Kawasan Hutan Lindung Sungai Pulai Bintan

Menurut Dia, penipisan hutan Sungai Pulai dikibatkan sejumlah hal, antara lain, pemanfaatan hutan untuk berkebun dan membangun rumah

Ini Kata Lurah Soal Penipisan Hutan di Kawasan Hutan Lindung Sungai Pulai Bintan
Kompas.com/Firmansyah
ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Isu penipisan hutan di kawasan lindung sekitar waduk Sungai Pulai, Kawasan Tirta Madu, Kelurahan Gunung Lengkuas belakangan ini santer didengungkan.

Ini karena kondisinya yang kian memprihatinkan pasca pembabatan sejumlah area di lokasi tersebut.

Penyanggah sumber air bagi Bintan dan Tanjungpinang itu memang memiliki fungsi penting.

Tak hanya warga sekitar yang risau akan kondisi itu.

Lurah Gunung Lengkuas Ivan Golar Rady pun turut menyorotinya.

Ivan punya alasan mengungkapkan hal sama, pasalnya itu masuk wilayahnya.

Menurut Dia, penipisan hutan Sungai Pulai dikibatkan sejumlah hal, antara lain, pemanfaatan hutan untuk berkebun dan membangun rumah.

Mereka tak teridentifikasi datang dari mana.

"Kami pernah melakukan peneguran terhadap orang-orang itu, namun teguran kita tak digubris sama sekali oleh mereka,"kata Dia.

Karena jengah, lurah Ivan akhirnya memilih menyerahkan masalah hutan Sungai Pulai ke aparat polisi kehutanan (Polhut).

Dengan demikian, diharapkan, peranan Polhut mampu meminimalisir kerusahan sungai pulau dari aktifitas pengrusakan oleh manusia.

"Harapan kita, Polhut bisa lebih tegas menindak hal itu. Hal ini sangat penting mengingat keberadaan hutan itu (Sungai Pulai) sebagai penyanggah mata air bagi kita semua,"kata Ivan.(*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Senin, 20 Maret 2017

Penulis: Aminnudin
Editor: Mairi Nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help