TribunBatam/

Ini Kata Warga di Perbatasan Tanjungpinang-Bintan Soal Batas Wilayah

Jika dibawa ke dalam sketsa, setindaknya, tujuh pilar yang belum terjelaskan itu mengurut dalam beberapa garis yang mengikuti garis alam

Ini Kata Warga di Perbatasan Tanjungpinang-Bintan Soal Batas Wilayah
Tribun Batam/M Ikhwan
Tapal Batas antara Bintan dan tanjungpinang 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Tujuh titik dari 40 pilar atau patok batas wilayah pemerintah Kabupaten Bintan dengan Tanjungpinang masih belum jelas sejak peninjauan bersama antara dua pemerintahan, Kamis (16/3/2017) lalu.

Kabarnya, tujuh pilar itu kabur dan masih perlu dicek lagi.

Selain itu ada perumahan yang secara de facto awalnya diklaim masuk wilayah Kota Tanjungpinang, setelah pengecekan bersama, perumahaan itu ditarik secara bertahap ke Bintan.

Jika dibawa ke dalam sketsa, setindaknya, tujuh pilar yang belum terjelaskan itu mengurut dalam beberapa garis yang mengikuti garis alam.

Garis yang belum terjelaskan yakni di PAL 13 dan PAL 14.

Saat peninjauan Kamis lalu, dua titik pilar, pilar 13 dan pilar 14 tak bisa dijangkau tim peninjau tapal batas dua wilayah karena alasan medan yang sulit dijalani.

"Kemarin tak sempat dicek, karena medannya sulit, makanya saya dengar direncanakan ngeceknya pakai drone.

Setelah drone memperoleh data, bagaimana bentuk batas itu, masih dibawa lagi ke forum rapat kedua wilayah,"kata Amrul, seorang warga di tapal batas yang mengikuti acara peninjauan tersebut.

Dari sudut pandang Bintan, dalam persoalan pilar batas, tim kaji tapal batas tampaknya masih mengacu pada garis alam.

Beberapa garis alam dimaksud berupa aliran sungai kecil, namun sebagian aliran sungai itu sudah tak utuh alias terpotong akibat pembangunan, seperti pembangunan jalan warga.

"Tapi, meski aliran sungai sebagai acuan pilar sudah tak ada berganti jalan, toh sungai tetap ada, di bawah jalan, jadi masih bisa dipakai sebagai penanda,"kata warga di sekitar lokasi.(*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Senin, 20 Maret 2017

Penulis: Aminnudin
Editor: Mairi Nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help