TribunBatam/

Ngeri! Selama Dua Bulan Tercatat 21 TKI Asal NTT Meninggal di Malaysia. Ini Penyebabnya!

Hanya kurun dua bulan terungkap 21 TKI asal NTT dikabarkan meninggal di Malaysia. Ini penyebabnya!

Ngeri! Selama Dua Bulan Tercatat 21 TKI Asal NTT Meninggal di Malaysia. Ini Penyebabnya!
Berita Harian
Ilustrasi. Nelayan dan kepolisian Tanjung Rhu, Malaysia, mengevakuasi boat pancung yang membawa TKI ilegal dari Batam, Senin (23/1/2017) pagi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM-Miris. Itulah yang terjadi dengan tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Bayangkan, dalam waktu dua bulan saja, sudah ada 21 TKI asal Nusa Tenggara Timur yang meninggal di Malaysia.

Perinciannya: sebagian besar dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, sisanya dari Kabupaten Timor Tengah Utara, Malaka, Belu, dan Ende.

Dalam wawancara dengan Kompas.com, Kepala Badan Pelyanan, Penempata, dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) NTT Tato Tirang, sebagian besar besar TKI yang meninggal adalah laki—laki, dan mereka meninggal saat bekerja.

Yang lebih ironis lagi, “Dari 21 TKI yang meninggal saat bekerja di Malaysia itu, hanya dua orang yang sah dan legal, sedangkan sisanya illegal," kata Tirang, Sabtu (18/3).

Sebanyak 18 TKI yang meninggal, lanjut Tirang, dipulangkan ke kampung halamannya di NTT. Sedangkan tiga orang dimakamkan di Malaysia, karena tidak memiliki alamat yang lengkap di NTT.

“Yang dikuburkan di Malaysia itu kita tidak tahu dari kabupaten mana, karena berangkatnya illegal sehingga kita tidak tahu asalnya dari mana. Alamatnya pun hanya tertulis dari NTT, sehingga kalaupun dikirim ke sini kita tentu bingung mau cari di mana alamatnya,” kata Tirang.

Menurutnya, puluhan TKI itu kebanyakan bekerja sebagai pekerja kebun dan asisten rumah tangga. Sebanyak lima orang menjadi korban kapal tenggelam dan dua tenggelam saat memancing di sungai. Mayoritas sisanya meninggal karena sakit.

Tirang menjelaskan, TKI ilegal sangat berpeluang sakit dan meninggal di Malaysia karena berangkat secara tanpa dokumen pemeriksaan kesehatan yang sah.

“Sehingga mungkin penyakit yang dibawanya dari kampung tidak diobati dan sampai Malaysia akhirnya meninggal,” jelas Tirang. (Intisarionline)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help