Tergiur Uang Asuransi Kematian Suami Korban dari Singapura. Perampok Ini Nyamar Jadi Pengantar Surat

Perampokan yang dilakukan Ed, Zk dan dua rekannya ini setelah mengetahui Isnah baru saja menerima uang asuransi kematian suaminya

Tergiur Uang Asuransi Kematian Suami Korban dari Singapura. Perampok Ini Nyamar Jadi Pengantar Surat
ISTIMEWA
Pelaku perampokan, Ed diamankan di Koramil 01 di Teluk Air, Kecamatan Karimun. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Perampokan yang menimpa Islah di kediamannya di Rt 002 Rw 001, No.146, Kelurahan Teluk Air, di Karimun terjadi Sabtu (18/3) sekira pukul 19.30 WIB.

Ed (35) warga teluk air mendatangi rumah Islah dengan Jm dan Dn yang diketahui bukan warga Karimun dengan mengendarai dua sepeda motor.

Sesampainya di rumah yang berada di sebelah kantor Koramil 01 itu, Ed mengetuk pintu dengan berpura-pura mengantar surat dari Singapura.

Memang suami Islah yang meninggal delapan bulan lalu adalah warga negara Singapura.

Sementara dua rekannya yang lain menunggu di atas sepeda motor.

Saat pintu dibuka Ed langsung menodongkan pisau kepada ibu Islah dn anaknya, Dian Hanafi.

Melihat itu Dian langsung berteriak dan melakukan perlawanan.

Akibatnya punggung remaja 16 tahun tersebut mengalami luka sabetan senjata tajam milik Ed.

Mendengar teriakan Dian, warga sekitar termasuk seorang anggota TNI yang sedang tengah bertugas di Kantor Koramil, Kopda M Rapit langsung mendatangi rumah Islah.

Warga kemudian berhasil menggagalkan perampokan dengan membekuk Ed.

Melihat aksinya gagal, kedua rekan Ed melarikan diri.

Beberapa jam setelah Ed dibekuk, Polisi menangkap seorang otak pelaku lain, Zk, di pelantar boat pancung KPK.

"Dua orang kawannya (Jm dan Dn) berhasil melarikan diri ke arah Lubuk Semut. Diduga masih berada di sekitaran Karimun," kata Kapolsek Balai Karimun, AKP Lulik Febryantara, Minggu (19/3/2017).

Perampokan yang dilakukan Ed, Zk dan dua rekannya ini setelah mengetahui Isnah baru saja menerima uang asuransi kematian suaminya di Singapura sebesar Rp 1,2 miliar.

"Keterangan dari korban memang ada, tapi hanya Rp 1,1 miliar," ujar Lulik.(*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Mairi Nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help