Atasi Banjir, Sungai di Melcem Perlu Dinormalisasi. Ini Curhat Lurah Sengkuang

Lurah Tanjung Sengkuang curhat, antisipasi banjir di Melcem sungai di lokasi perlu dinormalisasi. Ini penjelasannya

Atasi Banjir, Sungai di Melcem Perlu Dinormalisasi. Ini Curhat Lurah Sengkuang
tribunbatam/anne maria
Kondisi pembongkaran bangunan liar di kawasan Sengkuang 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- ‎Banjirnya rumah warga di lima RW se-Kelurahan Tanjung Sengkuang sudah menjadi langganan. Meski baru diguyur air hujan sebentar saja, tinggi genangan air di RW 6, RW 18, RW 19, RW 7 dan RW 9 itu sudah mencapai lutut orang dewasa.

Adapun hal itu dikarenakan lokasi tersebut merupakan kawasan paling rendah pembuangan air dari beberapa kawasan lain seperti Bengkong dan Batuampar.

"Melcem atau Sei Tering ini paling rendah, seluruh air dari Bengkong, Batuampar mengarah ke sini pembuangannya. Jadi wajar kalau‎ Melcem banjir," ujar Lurah Tanjung Sengkuang, Alim Ridwan.

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan kondisi saluran sungai di sana yang juga tertimbun dengan adanya reklamasi yang dilakukan oleh perusahaan pengembang atas seizin otorita Batam.

"Perlu kita ketahui juga, di Melcem ini ada sungai yang belakangan ini sudah tertimbun atau tidak bagus lagi lah karena direklamasi. ‎Makanya terimbas ke 5 RW ini. Terimbasnya mungkin tidak semua warga, karena kondisi rumah masing-masing wargakan berbeda. Ada yang kita lihat tinggi, ada yang rendah," tuturnya.

Satu yang ia contohkan seperti di RW 19, yang merupakan daerah Paling rendah dan mengalami banjir paling parah.

"Ini satu RW terendam semua pagi tadi. Pasar inipun semua terendam selutut orang dewasa," ujarnya.

Walaupun proses reklamasi yang dilakukan pengembang sudah terhenti sejak setahun belakangan ini. Nyatanya tidak juga menghentikan banjir di kawasan tersebut setiap kali hujan deras mengguyur. Menurut Alim Ridwan hal itu karena sungai tempat saluran air masih tertimbun dan perlu dilakukan normalisasi kembali.

"Memang mereka sudah tidak lagi melakukan reklamasi, dan kami juga sudah melakukan normalisasi. Tapi normalisasi ini belum 100 persen. Makanya kalau ada pekerjaan reklamasi lagi, kita minta tolong diperhatikan lah masalah sungai yang tertimbun ini," tutur dia.

Untuk melakukan normalisasi kembali, ia menyebutkan perlu anggaran yang cukup besar. Pasalnya lebar sungai yang akan dinormalisasi tersebut cukup luas.

"Kita butuh anggaran dari pemerintah kota dan provinsi, karena ini anggarannya cukup besar. Lebar sungai itu saja kurang lebih 70 meter, sampai ke laut. Yang memang haru digali dan diperbaiki. Dibuatkan batu miringnya," kata dia.(*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help