TribunBatam/

BREAKING NEWS. Selundupkan Puluhan Ribu Bibit Lobster ke Singapura, Tertangkap di Batam

Ari Junanto alias Dobleh (36), pelaku yang memebawa bibit lobster mengatakan, dalam dua minggu terakhir, sudah empat kali ia memasukkan lobseter ke Si

BREAKING NEWS. Selundupkan Puluhan Ribu Bibit Lobster ke Singapura, Tertangkap di Batam
Tribun Batam/Eko Setiawan
Ari (kiri), pelaku penyelundupan puluhan ribu bibit lobster dari Jakarta ke Singapura, tertangkap di Bandara Hang Nadim Batam, Senin (20/3/2017) sore. 

Laporan Tribun Batam Eko Setiawan

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Jajaran kepolisian dari Polsek Bandara Hang Nadiim Batam, menggagalkan aksi penyelundupan bibit lobster, Senin (20/3/2017) sore, sekitar pukul 16.00 WIB.

Lobster tersebut dibawa dari Jakarta ke Batam, untuk diseberangkan ke Singapura.

Saat ditangkap, Lobster tersebut dimasukkan ke dalam plastik yang sudah diberi oksigen, kemudian disusun di dalam koper.

Ari Junanto alias Dobleh (36), pelaku yang memebawa bibit lobster mengatakan, dalam dua minggu terakhir, sudah empat kali ia memasukkan lobseter ke Singapura.

Batam selalu dijadikan tempat transit.

"Ini bukan punya saya, saya hanya orang suruhan saja," sebut Ari yang ditemui di Polresta Barelang, Senin (20/3/2017) malam.

Sekali pengiriman, Ari diupah Rp 2 juta. Semua fasilitas, berupa tiket dan penginapan di Batam dan Singapura, sudah ditanggung oleh orang yang menyuruh.

Saat di bandara, Ari bersama seorang rekannya.

Namun saat ditangkap, temannya tersebut berhasil melarikan diri.

"Dia sudah kabur saat melihat saya ditangkap. Tak tahu dia kabur kemana," terangnya.

Ashari Syarif, Kepala Karantina yang ditemui di Polresta Barelang mengatakan, bibit lobster yang akan diselundupkan tersebut sebanyak 24900.

Lobster itu dibagi menjadi dua kategori, yakni Lobster jenis pasir dan jenis mutiara.

"Untuk lobster jenis pasir dijual seharga 7 sampai 9 dolar per bibit. Sementara untuk lobster mutiara 13 ribu dolar per ekor," sebutnya.

Jika dijumlahkan, kerugian negara akibat penyelundupan ini sekitar Rp 3 miliar.

"Kasus ini sudah delapan kali terjadi selama dua tahun terakhir," katanya.

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help