TribunBatam/

BREAKINGNEWS. Dua Terdakwa Kurir Sabu 80 Kg di Tanjungpinang Ini Dituntut Hukuman Mati

Tuntutan Hukuman Mati bagi kedua terdakwa disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haryo Nugroho dan Akmal dalam sidang yang digelar di PN Tanjungpinang

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Jaksa menutut dua terdakwa kurir sabu seberat 80 kg dan ratusan ribu pil ekstasi, Idrizal dan Edo, dengan hukuman mati, Senin (20/3/2017).

Tuntutan Hukuman Mati bagi kedua terdakwa disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haryo Nugroho dan Akmal dalam sidang yang digelar di PN Tanjungpinang.

"Terbukti secara sah dan meyakinkan, melakukan tindak pidana pemufakatan jahat tanpa hak menguasai, menjadi perantara, memiliki dan mengedarkan sejumlah barang bukti narkotika golongan satu, bukan tanaman dan sejumlah ekstasi," kata Haryo Nugroho soal alasan mereka menuntut kedua terdakwa dengan hukuman mati.

‎"Seperti diatur dalam dakwaan primer pasal 114 tentang narkotika. Menjatuhkan kepada terdakwa Edo Ronaldi dan Idrizal Efendi dengan pidana mati. Kemudian menyatakan barang bukti empat ban yang berisi Narkotika dan ekstasi. Kemudian barang milik terdakwa berupa HP dirampas untuk dimusnahkan begitu juga dengan dua mobil yang digunakan untuk membawa barang bukti," ujar Haryo.

Idrizal dan Edo ditangkap sebagai kurir kasus 80 kg sabu dan 120 ribu pil ekstasi ini diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN) di Tanjungpinang pada 4 Agustus 2016.

Sabu dan ekstasi diselundupkan dari Johor Bahru Malaysia ke Tanjungbatu, Karimun, selanjutnya dibawa ke Tanjungpinang menggunakan kapal cepat.

Di Tanjungpinang, anggota BNN mencium keberadaan barang haram itu dan mengamankan tiga orang kurir. Satu di antaranya tewas setelah melompat dari lantai tiga di ruko Taya Ban, Tanjungpinang.

Saat itu, petugas mengamankan 71 paket sabu-sabu seberat 80 kg, dan 120 ribu ekstasi yang disembunyikan di dalam ban mobil.

Mereka dijerat dengan dakwaan Primer pasal 114 ayat 2 JO pasal 132 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Ketua Majelis Hakim Wahyu prasetyo memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk berdiskusi dengan penasehat hukumnya untuk mengajukan haknya melakukan pembelaan ataupun tidak. ‎

"Ia yang mulia. Kita akan gunakan hak pembelaan kita nanti," kata Idrizal setelah berdiskusi beberapa menit dengan penasehat hukumnya.(*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help