Majelis Hakim Kepada Kasubdit Pajak: Kok Gampang Sekali Cari Rp 2 Miliar

Handang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum pada Direktorat Jenderal Pajak.

Majelis Hakim Kepada Kasubdit Pajak: Kok Gampang Sekali Cari Rp 2 Miliar
Kompas TV/Screengrab
Kepala Subdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak, Handang Soekarno ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah tertangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) saat menerima suap Rp 1,9 miliar dari pemilik PT EK Prima, Rajesh Rajamohanan Nair, Selasa (22/11/2016). 

Keheranan hakim lantaran Handang mengaku tidak berbuat apapun atau bahkan menghubungi pihak lainnya.

Handang berdalih baru bisa mengerjakan permintaan Mohan mulai Desember. Sementara STP tersebut batal pada Nopember.

"Kok gampang sekali cari dua miliar," kata hakim kepada Handang.

Handang kemudian mengiyakan pertannyaan tersebut.

Kata Handang, pembatalan STP tersebut tidak bisa diperkirakan waktunya. Kebetulan, STP sudah batal saat Handang belum berbuat.

"Saya sendiri waktu itu tidak tahu STP dibatalkan. Jadi saya menerima surat pembatalannya pun dari hasil kopian terdakwa Yang Mulia," kata Handang.
Permintaan untuk membereskan masalah tersebut sudah pernah disampaikan Direktur Operasional PT Rakabu Sejahtera Arif Budi Sulistyo yang juga ipar Presiden Joko Widodo.

Surat Tagihan Pajak (STP) PT EK Prima Ekspor adalah Rp 78 miliar. Rajamohanan sebelumnya menjanjikan sepuluh persen atau Rp 7,8 miliar.

Namun yang disepakati adalah Rp 6 miliar. Dari Rp 6 miliar tersebut, Handang baru menerima 148.500 Dolar atau Rp 2 miliar.

Saat menerima uang tersebut, Handang dan Mohan ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help