Rafiq Lobi Garuda Terbangi Bandara Karimun, Curhat Butuh Rp 3 T Realisasikan Musrenbang 2017

Bupati Karimun curhat perlu Rp 3 triliun realisasikan hail Musrenbang 2017, termasuk soal pengelolaan Bandara Sei Bati. Bupati ngaku sudah lobi Garuda

Rafiq Lobi Garuda Terbangi Bandara Karimun, Curhat Butuh Rp 3 T Realisasikan Musrenbang 2017
TRIBUNBATAM/RACHTA YAHYA
Bupati Karimun Aunur Rafiq 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Bupati Karimun Aunur Rafiq mengaku butuh sedikitnya Rp 3 triliun untuk merealisasikan hasil Musrenbang tingkat Kabupaten Karimun yang selesai dilaksanakan Jumat (17/3/2017) lalu.

"Saat ini semua tengah kami rekap dari empat bidang tersebut, kalau selesai, mungkin butuh anggaran Rp 3-4 triliun," ujar Rafiq, Senin (20/3/2017).

Meski begitu Rafiq menyadari semua tidak dapat dibangun sekaligus melainkan harus bertahap dan menggunakan skala prioritas. Sedikitnya ada enam skala prioritas pembangunan di Karimun, terangnya.

Salah satunya pengadaan infrastruktur seperti pembangunan jembatan penghubung antara Tanjung Berlian di Kecamatan Kundur Utara ke Belat di Kecamatan Belat pada 2018 mendatang.

"Akhir tahun 2017 kami rancang, 2018 kami mulai bangun, pakai tahun jamak sampai nanti akhir masa jabatan saya karna tak mungkin semuanya (anggaran) ke sana, kita masih butuh buat (bangun) yang lain. Anggarannya sekitar Rp 100 miliar," katanya.

Pemprov Kepri ia sebut juga akan membangun satu jembatan penghubung Pulau Parit dengan Pulau Lumut. Bahkan Rafiq menyebut sudah dimulai pengerjaannya.

"Nanti sampai ke gunung papan, kami akan koneksikan antara yang dibangun provinsi dengan yang kami bangun," terangnya.

Selain itu, ia juga menyebut akan menuntaskan pengadaan akses jalan Coastal Area tahap III hingga ke bandara Sei Bati dari Tanjung Rambut yang saat ini terhenti karena urusan ganti lahan masyarakat.

"Selanjutnya penuntasan proyek bandara Sei Bati, runaway dan infrastruktur dari APBN, kita siapkan lahan. Akan tambah panjang runaway sampai 1.600 meter sekarang 1.400," katanya.

Apabila sudah selesai nanti, bandara Sei Bati sudah bisa disinggahi pesawat jenis bomber jet berkapasitas 70-80 seat. Rafiq menyebut saat ini tengah melobi sejumlah maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia Airline (GIA).(*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help