TribunBatam/

Sudah Saatnya Pemko Batam Bangun Jembatan Penyeberangan Orang di Jalur Ini

Milda mengatakan, sulitnya menyeberang selain terbatasnya jumlah zebra cross dan ramainya jumlah kendaraan

Sudah Saatnya Pemko Batam Bangun Jembatan Penyeberangan Orang di Jalur Ini
TRIBUNBATAM/EFENDI WARDOYO
Warga menyeberang di jalan depan pintu masuk Nagoya Hill 

Laporan Wartawan Tribun Batam, Efendi Wardoyo

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Tingginya volume kendaraan di Kota Batam, berdampak pada pejalan kaki.

Salah satu dampak yang dirasakan warga adalah sulitnya menyeberang jalan, terutama di kawasan-kawasan ramai seperti pusat perbelanjaan atau kawasan perkantoran.

Seperti dituturkan Milda, seorang karyawan di Nagoya.

Milda mengatakan, sulitnya menyeberang selain terbatasnya jumlah zebra cross dan ramainya jumlah kendaraan.

"Meski sudah ada zebra cross, tetap sudah menyeberang jalan. Kode tangan ke arah mobil yang melaju, belum tentu memberi kemudahan saat menyeberang," kata Milda.

"Mobil masih bisa mengurangi kecepatannya, tapi banyak sepeda motor tetap kencang dan itu membahayakan," katanya.

Milda berharap pemerintah membangun jembatan penyeberangan orang (JPO), seperti di kawasan jalan Teuku Umar atau ruas jalan depan Nagoya Hill, dan Jalan Imam Bonjol.

Nino, seorang warga yang hendak menyeberang menuju Masjid Jabal Arafah juga merasakan susahnya menyeberang jalan.

"Kalau mau aman menyeberang, terpaksa nunggu sepi dulu. Zebra cross kadang sudah nggak dipedulikan lagi sama pengendara," katanya.

"Menurut saya sudah saatnya ada JPO di sini," katanya.(*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Senin, 20 Maret 2017

Editor: Mairi Nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help