BNI Syariah Incar Bisnis Wisata Halal. Seperti Apakah Wisata Halal Itu? Simak Penjelasannya

Dirut BNI Syariah Imam Teguh Saptono mengatakan, pihaknya akan melakukan kampanye wisata halal sebagai salah satu program utama Bank BNI Syariah.

BNI Syariah Incar Bisnis Wisata Halal. Seperti Apakah Wisata Halal Itu? Simak Penjelasannya
KOMPAS.COM
Konfrensi pers Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia dan Bank BNI terkait fatwa bisnis perbankan syariah di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah Imam Teguh Saptono mengatakan, pihaknya akan melakukan kampanye wisata halal sebagai salah satu program utama Bank BNI Syariah tahun ini.

Hal itu berkaitan dengan terbitnya fatwa dari Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait pedoman penyelenggaraan pariwisata berdasarkan prinsip syariah.

”Pada semester kedua (2017), kami akan kampanye wisata halal untuk dua kota, Lombok dan Padang Sumatera Barat. Ini menjadi agenda utama BNI Syariah,” ungkap Imam saat konferensi pers dan sosialisasi fatwa dari DSN MUI di Wisma Antara, Jakarta, Selasa, (2/3/2017).

Imam menjelaskan, dalam kampanye wisata halal itu, pihaknya akan melakukan kerja sama dengan Mastercard dalam bentuk promosi diskon transaksi dengan kartu BNI Syariah.

“Untuk kuliner, hotel, tiket transportasi, dan lain sebagainya. Tentunya ini untuk satu periode tertentu,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan Mastercard dalam hal ini adalah untuk bekerja sama dengan merchant dan juga berpartisipasi aktif melakukan promosi di tingkat dunia.

“Khususnya di pusat-pusat pemegang kartu halal yang sebagian besar di Timur Tengah. Harapannya, Raja Arab Saudi tidak hanya ke Bali, tapi juga ke Lombok dan Padang," pungkasnya.

Sebagai informasi, DSN MUI mengeluarkan fatwa terkait industri non perbankan syariah, antara lain mengenai pedoman penyelenggaraan pariwisata berdasarkan prinsip syariah, pedoman penyelenggaraan rumah sakit berdasarkan prinsip syariah, dan pembiayaan likuiditas jangka pendek syariah. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help