TribunBatam/

Cegat Penyelundup di Tengah Laut Pulau Babi, Pelaku Jemput Narkoba ke Malaysia

Pengungkapan kasus narkoba asal Malaysia, Polres Karimun menangkap pelaku dengan mencegat perahu di tengah laut. Begini kronologisnya!

Cegat Penyelundup di Tengah Laut Pulau Babi, Pelaku Jemput Narkoba ke Malaysia
tribunbatam/rachta yahya
Bupati Karimun dan Kapolres saat melihat barang bukti sabu selundupan asal Malaysia 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Karimun mencegat sebuah pompong, KM Adinda diperairan Pangke, Kecamatan Meral Barat pada (Jumat 17/3/2017) malam sekira pukul 2000 WIB.

Hasilnya petugas menemukan dua kilogram lebih narkoba jenis sabu dan ribuan butir psikotropika jenis hapy five di dalam kapal kayu tersebut.

Penangkapan berawal dari polisi memperoleh informasi mengenai adanya kapal yang akan membawa narkotika ke Karimun. Berdasarkan informasi itu, personel Satres Narkoba melakukan penyelidikan dan melihat ada sebuah pompong sedang berlayar di sekitar perairan Pulau Babi. Tanpa menunggu waktu lama, polisi langsung mengejar dan melakukan pencegatan.

Setelah meminta nahkoda, Hr mematikan mesin kapal polisi melakukan penggeledahan. Sesuai dengan informasi yang diterima, petugas menemukan beberapa paket sabu dengan total sekitar 2,65 kilogram dan 3.500 butir hapy five.

Dari hasil pemeriksaan polisi, barang haram tersebut akan diantarkan oleh Hr kepada Yl yang berada di sebuah hotel di kawasan Tanjungbalai Karimun. Setelah melakukan pengembangan, Yl pun kemudian ditangkap petugas di kamar hotel.

Baca: BREAKINGNEWS: Narkoba Malaysia Banjiri Karimun, Polres Gagalkan Selundupan Sabu Batu Pahat

Kapolres Karimun, AKBP Armaini saat ekspos tangkapan menjelaskan modus operandi yang dilakukan para tersangka adalah dengan menjemput narkoba tersebut ke Malaysia. Hr beserta dua ABKnya, RK dan Ar berangkat dari Sawang, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun menuju Batu Pahat, Malaysia dengan muatan besi bekas pada Selasa (14/3). Sedangkan Yl bersama seorang rekannya yang lain masuk ke Malaysia melalui jalur resmi.

"Kapal sempat menginap di Malaysia. Mereka bertemu dengan dua orang lain di Malaysia dan kemudian hari Jumat mereka kembali ke Karimun membawa narkoba. Kapal kita cegat di perairan Pangke," jelas Armaini, Selasa (21/3/2017). (*)

Baca Berita Terkait di Harian Tribun Batam Edisi Rabu (22/3/2017)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help