Diperiksa Terkait Kasus Mobil Listrik, Dahlan Iskan Tak Mau Jawab Pertanyaan Penyidik

Kuasa Hukum Dahlan Iskan, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan kliennya tetap kooperatif mendatangi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka

Diperiksa Terkait Kasus Mobil Listrik, Dahlan Iskan Tak Mau Jawab Pertanyaan Penyidik
SURYA/ANAS MIFTAKHUDIN
Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan saat menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus mobil listrik oleh penyidik Kejagung di Kejati Jatim, Senin (20/3/2017). 

Mobil listrik tidak ada kaitannya dengan bisnis tiga perusahaan itu.

“Tidak mungkin kan Pertamina melakukan pengadaan mobil listrik. Kalau mengadakan mobil tangki, itu masuk akal. Makanya, terkait mobil listrik yang mereka lakukan itu ialah memberikan dana sponsorship,” katanya.

Prototipe mobil listrik yang dibuat Dasep Ahmadi untuk kepentingan APEC 2013 menggunakan dana sponsorship dari tiga perusahaan BUMN.

Ketiganya ialah, PT PGN, PT BRI dan PT Pratama Mitra Sejati (cucu perusahaan Pertamina). Pembuatan prototipe mobil listrik itu menurut Yusril seperti konsep sponsor Garuda Indonesia pada tim liga Inggris, Liverpool.

"Kan tidak bisa dihitung Liverpool harus juara atau tidak. Sebab dana sponsor itu kan dianggap sebuah cost oleh perusahaan," katanya.

Dahlan sendiri tak mau menjawab semua pertanyaan karena memang sampai sekarang perkara mobil listrik ini tak ada audit dari BPK.

Padahal saat ini ada pembaruan hukum yang menegaskan audit kerugian negara harus dikeluarkan BPK.

Hal itu ditegaskan dalam Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 / 2016.

Selain itu, ada juga putusan MK yang menghilangkan frasa "dapat" pada pasal 2 dan 3 UU Tipikor.

Adanya putusan itu, kasus korupsi berubah dari delik formil ke delik materiil.

Halaman
1234
Editor: Mairi Nandarson
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help